Hakim sempat ingatkan Nikita Mirzani dalam sidang dengan terdakwa Isa Zega
Meski Nikita Mirzani tidak hadir secara langsung dan melalui zoom, namun jalannya sidang berlangsung seru apalagi sempat terjadi ketegangan antara Nikita Mirzani dengan penasehat hukum dari terdakwa Isa Zega.

Elshinta.com - Sidang lanjutan kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Isa Zega yang digelar di PN Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur memasuki babak baru. Setelah saksi dokter detektif atau Doktif dihadirkan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan artis dan sekaligus pegiat media, Nikita Mirzani.
Meski Nikita Mirzani tidak hadir secara langsung dan melalui zoom, namun jalannya sidang berlangsung seru apalagi sempat terjadi ketegangan antara Nikita Mirzani dengan penasehat hukum dari terdakwa Isa Zega.
Jalannya sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Ayun Ristianto mengetuk palu dan menyatakan sidang terbuka untuk umum.
Dalam kesaksiannya, Nikita Mirzani nampak memberatkan terdakwa Isa Zega dan menyebut terdakwa Isa Zega meminta duit miliaran kepada Shandy Purnamasari, owner MS Glow yang saat itu tengah hamil dan menyebabkan Shandy mengalami pendarahan.
"Shandy dalam kondisi hamil, saya tahunya setelah terdakwa memposting video menyumpahi anak mbak Shandy cacat. Saat video beredar, di tiktok, mbak Shandy pendarahan dua kali, sempat VC saya," urai Nikita.
Ditambahkan, Nikita, Shandy memberikan nomornya, terdakwa ingin bertemu dan meminta sejumlah uang. "Tapi Mbak Shandy tidak mau. Lalu muncullah video penyerangan di media sosial," tambahnya.
“Kejadian itu pada tahun 2024 di bulan Oktober hingga Desember,” ujar Nikita seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, AH Sugiharto, Kamis (17/4).
Tentu saja keterangan Nikita ini menarik, JPU menanyakan untuk uang apa ini. Siapa yang meminta uang kepada Shandy yang langsung dijawab Nikita terdakwa Isa Zega.
“Untuk apa uangnya, saya tidak tahu, (memintanya kapan?) di bulan November sepertinya, setelah ada postingan 17 Oktober. Sebelum postingan membabibuta dari terdakwa, nominalnya miliaran,” imbuhnya.
Tentu saja pengakuan Nikita ini sempat menarik perhatian majelis hakim yang langsung meminta kepada Nikita agar, diperjelas dulu, jangan sampai opini, harus dipastikan cerita dari mana? Saksi mendengar dari mana, dan jangan mengembangkan sesuatu yang taunya dari orang lain.
Dalam sidang itu juga sempat terjadi ketegangan antara Nikita dan kuasa hukum Isa Zega, bahkan Pitra sempat meminta Nikita berhenti ngoceh, senada Elza meminta Nikita tidak banyak bacot.
Di akhir sidang, Isa Zega mengingatkan Nikita bahwa dirinya pernah memberikan kontrak pekerjaan kepada Nikita. Nikita yang mengaku tak kenal Isa Zega hanya tahu bahwa Isa adalah manajer Lucinta Luna.
Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda menghadirkan saksi ahli dari JPU.
Usai sidang di hadapan awak media, Isa Zega mengaku kecewa dengan Nikita. Seandainya ia majelis hakim, pasti akan meng-cut kesaksian Nikita Mirzani.
"Lucu ya, saksi dihadirkan menganggap ruang sidang seperti taman kanak kanak, seperti tidak menghargai Pengadilan Negeri Kepanjen. Seharusnya kalau sudah seperti itu harusnya Bapak Yang Mulia Hakim meng-cut saja, karena susah diajak bicara," urainya.
Isa juga menyebut, ketika giliran pertanyaan dari jaksa Nikita mengalir kayak air terjun, giliran ditanya pengacaranya aiu aiu dan tidak mau menjawab. Bahkan berbelit belit.
"Misal saya jadi hakim bisa masuk kesaksian palsu, pasal 242 ayat 2, ancamannya 9 tahun," katanya.
Ketika ditanya apakah ia kecewa terhadap kesaksian Nikita Mirzani, Isa Zega menegaskan tidak kecewa.
"Supaya Yang Mulia Hakim melihat kualitas saksi yang diajukan oleh pihak terlapor atas nama Shandy Purnamasari tidak kredibel. Katanya saksi fakta tapi semua yang dijelaskan berdasarkan asumsi, hanya menurut dia menurut dia. Sekalinya kita tunjukan bukti, dia bantah. Giliran disuruh menunjukkan bukti dia gak menunjukkan bukti," jelasnya.