Jimly Awards, penghargaan bagi pejuang penegak demokrasi dan konstitusi
Dalam upaya memperkuat kesadaran dalam berkonstitusi dan berdemokrasi di Indonesia kembali digelorakan melalui peluncuran Jimly Awards bagi Pejuang Penegak Demokrasi dan Konstitusi.

Elshinta.com - Dalam upaya memperkuat kesadaran dalam berkonstitusi dan berdemokrasi di Indonesia kembali digelorakan melalui peluncuran Jimly Awards bagi Pejuang Penegak Demokrasi dan Konstitusi.
Guru Besar Hukum Tata Negara Prof. Jimly Asshiddiqie menyoroti pentingnya membangun tradisi penghargaan bagi tokoh-tokoh masyarakat yang berjasa dalam demokrasi dan penegakan konstitusi.
Dalam peluncuran program penghargaan yang digagas Dewan Studi Lintas Generasi, Prof. Jimly menilai sistem penghargaan nasional selama ini masih terlalu fokus pada pejabat negara dan lembaga resmi.
Dalam sambutannya, Founder Jimly School Of Law and Government (JSLG), Prof Jimly Asshidqie menyampaikan bahwa Jimly Awards bertujuan untuk menghargai dedikasi berbagai elemen bangsa dalam menjaga konstitusi sebagai hukum dasar negara.
“Mayoritas penerima tanda jasa dan kehormatan berasal dari lingkungan pemerintah. Padahal, banyak tokoh sipil yang juga berjasa besar,” ungkap Jimly seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Supriyarto Rudatin, Kamis (17/4).
Ia juga menyoroti kualitas demokrasi Indonesia yang dinilai menurun. Menurutnya, meski Indonesia menjadi negara dengan jumlah pemilih presiden terbanyak di dunia, namun indeks kualitas demokrasinya justru menurun ke peringkat 57 pada tahun 2025.
Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Muzani hadir dalam kegiatan itu. Muzani mengapresiasi adanya inisiatif Jimly Awards. Ia menilai penghargaan Jimly Awards merupakan bentuk ikhtiar kolektif dalam menjaga kesadaran berkonstitusi dan berdemokrasi.
“Kesadaran terhadap demokrasi dan konstitusi tidak boleh padam. Ia harus terus kita hidupkan dengan berbagai cara untuk memperkuat rasa kebangsaan kita,” ujar Muzani.
Sementara itu, Mantan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa kegiatan ini membawa harapan besar. Ia menilai sosok Prof Jimly Asshidqie, sebagai penggagas, memiliki kredibilitas luar biasa.
“Para tokoh yang menerima Jimly Awards adalah mereka yang memberikan keteladanan dalam memperjuangkan demokrasi, yang telah mengalami suka duka, tantangan, dan melawan berbagai bentuk kekuasaan dari masa ke masa,” ujarnya.
Terdapat 4 kategori penerima dalam Jimly Awards ini di antaranya ialah lembaga atau Tokoh negara, pelaku usaha, aktivis dan akademisi, serta jurnalis.
Diketahui, Dewan Juri Jimly Awards ialah Maruarar Siahaan, S.H., M.H; KH Masduki Baidlowi; Prof.Dr. Valina Singka Subekti, M.Si; Dr.Hamdan Zoelva, S.H., M.H; dan Dr.Ninik Rahayu, S.H.
Sedangkan dalam sesi dialog kebangsaan menghadirkan narasumber yaitu Bivitri Susanti (STIH Jentera), Prof. Dr. H. Ija Suntana, M.Ag., CLA (FSH UIN Bandung), Prof. Dr. Taufiqurrahman Sahuri S.H, M.H (FH UPN Veteran Jakarta).