Top
Begin typing your search above and press return to search.

Bantuan DWP Kemensos bagi anak penyandang penyakit langka

 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial RI menggelar kegiatan Sarasehan Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas bersama Indonesia Rare Disorder (IRD) dalam bentuk perhatian kepada anak-anak dengan kondisi langka adalah bagian dari komitmen Kemensos untuk memberikan layanan yang komprehensif dan penuh cinta.

Bantuan DWP Kemensos bagi anak penyandang penyakit langka
X
Penasihat DWP Kementerian Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, saat menyapa anak-anak di Gedung Aneka Bhakti Kemensos RI, Jakarta, Kamis (17/4/2025). Foto: Biro Humas Kemensos RI

Elshinta.com - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial RI menggelar kegiatan Sarasehan Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas bersama Indonesia Rare Disorder (IRD) dalam bentuk perhatian kepada anak-anak dengan kondisi langka adalah bagian dari komitmen Kemensos untuk memberikan layanan yang komprehensif dan penuh cinta.

“Pertemuan ini sekaligus untuk mendekatkan hati kami kepada anak-anak dengan kriteria penyakit langka, ibarat pepatah tak kenal maka tak sayang. Kami juga terus mengharapkan kolaborasi dan dukungan dari semua pihak agar layanan yang ada dapat terus dikembangkan sehingga penyandang disabilitas dapat hidup sehat, bisa lebih produktif, lebih mandiri, bermanfaat dan bermartabat,” ujar Penasihat DWP Kementerian Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, yang didampingi Intan Agus Jabo Priyono, saat menyapa anak-anak di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial RI, Jakarta, Kamis (17/4/2025).

Dalam suasana yang hangat dan penuh empati, anak-anak dengan penyakit langka tampak antusias menerima layanan terapi, bermain, dan bercengkrama dengan sesama.

Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk berdialog langsung antara keluarga penyandang penyakit langka dan instansi pemerintah. Tak hanya itu, sebanyak 50 anak menerima layanan terapi wicara, okupasi, fisioterapi, konsultasi psikologi dan gizi, serta pemeriksaan kesehatan dasar. Semua layanan ini diberikan oleh tenaga ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan psikolog klinis.

Selain terapi, Kementerian Sosial juga menyalurkan bantuan alat bantu adaptif bagi 25 anak, seperti kursi roda adaptif, standing frame, alat bantu jalan, dan alat komunikasi augmentatif dan alternatif (AAC). Bantuan ini merupakan bagian dari Program ATENSI senilai total Rp112,5 juta.

Kebahagiaan menyelimuti seluruh peserta yang hadir. Momen reuni, pelukan hangat, dan tawa anak-anak menciptakan suasana haru yang sulit dilupakan. Seperti yang disampaikan Herning dari IRD:

“Terima kasih telah mengadakan acara seperti ini, serta kepedulian atau perhatian kepada anak-anak kami dengan memberikan fasilitas pelayanan yang sangat lengkap, bahkan kami tidak mengira ruangannya dibuat sebagus ini, membuat kami terharu dan membahagiakan kita semua, saya malah khawatir anak-anak kerasan di sini dan tidak mau pulang,” ucapnya bahagia.

Talkshow interaktif bersama Kemenkes, BPJS Kesehatan, dokter spesialis gizi, dan komunitas IRD juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Orangtua memperoleh edukasi langsung tentang penanganan penyakit langka dan dukungan yang tersedia.

Imran Pambudi, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, menekankan pentingnya memperhatikan kondisi psikologis keluarga:

“Kondisi langka pada anak bisa menjadi penyebab orangtua mengalami burn out dalam melaksanakan pengasuhan, sehingga dukungan psikososial bagi mereka adalah bagian yang tak terpisahkan dari layanan kesehatan,” ujarnya.

Acara ini juga menampilkan pameran karya dari penyandang disabilitas, mulai dari lukisan, batik ciprat dan shibori, hingga aksesori buatan tangan. Semua ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan memberi inspirasi.

Penulis: Rizky Rian Saputra/Ter

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire