Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kodam I/Bukit barisan pastikan usaha es kristal langkat beroperasi lagi

Kodam I/Bukit Barisan merespons kasus dugaan intimidasi oleh oknum organisasi masyarakat terhadap sebuah usaha pembuatan es kristal di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Kodam I/Bukit barisan pastikan usaha es kristal langkat beroperasi lagi
X
Sumber foto: Radio Elshinta/ Rizky Rian Saputra

Elshinta.com - Kodam I/Bukit Barisan merespons kasus dugaan intimidasi oleh oknum organisasi masyarakat terhadap sebuah usaha pembuatan es kristal di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Setelah beredar luas video yang memperlihatkan pemilik usaha memohon bantuan karena usahanya dihentikan paksa, jajaran TNI dan kepolisian segera turun tangan untuk memastikan situasi di lapangan.

Pabrik es kristal milik UD Aguaris di Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, kini telah kembali beroperasi normal. Letkol TNI Asrul Kurniawan Harahap, Kapendam I/Bukit Barisan, memastikan bahwa usaha tersebut sudah dapat kembali berjalan tanpa gangguan.

“Pabrik tersebut saat ini sudah kembali beroperasi. Dandim, Kapolres, dan Dandenpom hari ini, Sabtu sekitar pukul 11.00 WIB, sudah datang langsung ke lokasi untuk memastikan bahwa pabrik beroperasi dengan normal, tanpa ada gangguan premanisme atau oknum ormas tertentu seperti yang dikatakan pemilik pabrik di video yang viral tersebut,” ujar Letkol Asrul, Sabtu (19/4/2025).

Sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan seorang wanita yang mengaku sebagai pemilik usaha UD Aguaris, menyampaikan bahwa usahanya dihentikan secara paksa oleh pihak yang mengaku berasal dari ormas SPSI dan Pemuda Pancasila. Dalam video tersebut, ia terlihat emosional saat menjelaskan kondisi yang dialaminya.

“Kami pengusaha UD Aguaris bidang usaha pembuatan es kristal, kami sudah tertekan dengan adanya mengaku dari ormas SPSI dan Pemuda Pancasila, kami punya usaha ditutup, tidak bisa beroperasi, mesin dimatikan. Kami sudah terintimidasi, karyawan kami diberhentikan, tidak boleh bekerja,” ungkap wanita tersebut dalam video viral itu.

Ia pun memohon bantuan dari Presiden dan aparat penegak hukum agar usahanya bisa kembali berjalan normal. Video ini pun memicu reaksi luas dari masyarakat dan mendorong aparat untuk segera bertindak.

Kapendam menegaskan bahwa TNI siap mendukung upaya menciptakan kondisi aman dan kondusif bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha yang menjalankan aktivitasnya secara legal.

“Kodam I/Bukit Barisan akan terus hadir untuk memastikan tidak ada warga yang mendapat tekanan dari pihak mana pun. Kami mendukung penuh iklim usaha yang sehat dan bebas dari tindakan premanisme,” tegas Letkol Asrul., seperti yang dilaporkan Reporter Elshinta Rizky Rian Saputra.

Langkah ini menjadi bentuk nyata komitmen aparat dalam menjaga rasa aman di tengah masyarakat serta menjamin keadilan bagi pelaku usaha yang menjadi korban intimidasi. Kodam I/BB juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti temuan-temuan di lapangan dan mencegah kejadian serupa terulang.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire