Bitcoin tertahan sedangkan Ethereum terancam gagal pulih
Pasar crypto dalam beberapa waktu belakangan ini bergerak fluktuatif. Apalagi tekanan masih dirasakan setelah adanya kebijakan tarif Trump yang membuat ekonomi global bergejolak dan banyak investor melepas aset berisiko seperti crypto.

Elshinta.com - Pasar crypto dalam beberapa waktu belakangan ini bergerak fluktuatif. Apalagi tekanan masih dirasakan setelah adanya kebijakan tarif Trump yang membuat ekonomi global bergejolak dan banyak investor melepas aset berisiko seperti crypto.
Dalam perdagangan 2 hari lalu saja, harga btc to idr pergerakannya masih tertahan di kisaran US$ 85.000 meski hal tersebut masih menunjukan tren positif jika dibandingkan dalam beberapa minggu lalu yang sempat jatuh di angka US$ 70 ribuan.
Nasib kurang beruntung dialami oleh Ethereum. Pergerakan harga eth to idr diprediksi terancam gagal pulih. Aset tersebut hanya berputar di sekitar angka US$1.700 selama beberapa hari terakhir. Meskipun terdapat upaya untuk naik lebih tinggi, namun ETH gagal mendapatkan momentum yang signifikan.
Whale Ethereum Getol Lepas Token
Dalam tiga hari terakhir, alamat yang memegang antara 100.000 hingga 1 juta ETH telah menjual sekitar 1,19 juta ETH secara agresif. Nilainya mencapai lebih dari US$1,8 miliar. Keputusan para whale untuk melepas sejumlah besar Ethereum menyoroti berubahnya sentimen pasar.
Karena, mereka kemungkinan berusaha mengimbangi potensi kerugian dari pemulihan yang terhenti. Saat Ethereum gagal mendapatkan momentum di atas angka US$1.700, para holder besar ini memanfaatkan level harga pada saat ini, yang membuat pasar terdorong lebih rendah.
Momentum makro keseluruhan Ethereum tampaknya lemah, seperti yang ditunjukkan oleh MVRV Long/Short Difference yang sangat negatif sebesar -29%. Indikator ini menunjukkan bahwa holder jangka panjang (LTH) sulit untuk mempertahankan profitabilitas.
STH biasanya menjual dengan cepat setelah mendapatkan keuntungan, yang menambah volatilitas dan tekanan bearish pada harga Ethereum. Dengan STH mendominasi keuntungan, Ethereum semakin rentan terhadap penurunan lebih lanjut.
Ketika lebih banyak investor jangka pendek menjual kepemilikan mereka, kemungkinan besar Ethereum akan menghadapi tekanan ke bawah, utamanya jika tidak ada katalis signifikan untuk mendorong harga naik.
Pergerakan Harga ETH
Dilansir dari Pintu Market, harga ETH hari ini adalah Rp Rp 26.594.787 atau US$1.578, dengan volume transaksi mencapai US$12.271.979.078 dalam waktu 24 jam terakhir, menunjukkan peningkatan sebesar 3,30% dibandingkan satu hari sebelumnya.
Sedangkan, Ethereum (ETH) mencatatkan harga tertinggi sepanjang masa sebesar US$4.878,26 dan harga terendah sepanjang masa sebesar US$0,433. Saat ini, koin ini diperdagangkan 67,57% di bawah harga puncaknya dan 365.277,59% di atas harga terendahnya.
Dari pergerakan tersebut ETH gagal menembus resistance US$1.700. Altcoin ini bertahan di atas level support krusial US$1.533. Ethereum bisa menghadapi resistance signifikan dalam mengembalikan momentum naik.
Tanpa dukungan dari pasar yang lebih luas atau berita positif, penurunan di bawah US$1.533 bisa memperpanjang tren penurunan ETH. Jika Ethereum gagal mempertahankan support ini, token tersebut mungkin akan turun ke US$1.429.
Namun, jika ETH berhasil merebut kembali US$1.625 sebagai support. Terdapat potensi untuk mencoba lagi menembus US$1.700. Jika Ethereum berhasil melewati level ini, bisa mendorong menuju US$1.745.
BTC Tertahan di US$85 Ribu
Saat ini, harga Bitcoin tetap terjaga di angka US$85.000 meskipun sempat pulih dari posisi terendah di US$75.000 dalam minggu lalu. Sejak akhir pekan, pergerakan Bitcoin cenderung stabil karena kurangnya faktor baru yang dapat mendorong kenaikan lebih lanjut.
Kenaikan nilai ini didorong oleh pelonggaran kebijakan tarif di Amerika Serikat dan rilis data inflasi CPI bulan Maret yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Namun, kedua faktor tersebut tidak cukup kuat untuk mengangkat Bitcoin dari fase konsolidasi yang sedang dialaminya.
Bitcoin (BTC) Berpotensi Menembus US$95 Ribu Kembali
Bitcoin kini berada dalam periode menunggu dan mungkin akan mencoba menembus pola pergerakan yang datar ini. Ia berpendapat bahwa jika berhasil melewati area tersebut, Bitcoin dapat bergerak naik menuju level US$95.000.
Namun. kemungkinan adanya koreksi ke bawah tetap ada, dengan potensi penurunan mencapai US$74.000, terutama menjelang rilis data penjualan ritel di AS pada 16 April yang dinilai bisa menggambarkan kondisi konsumsi domestik dan kepercayaan konsumen terhadap keadaan ekonomi.
Ia juga mencatat pentingnya update data suplai uang M2 di Amerika Serikat yang akan dirilis pada 22 April. Menurut wawasan yang ia sampaikan, data terakhir yang dirilis pada 25 Maret menunjukkan M2 berada di angka US$21.671 miliar, yang merupakan salah satu angka tertinggi dalam sejarah.
Tak hanya itu, pertumbuhan suplai uang yang beredar dalam konteks pasar yang mulai membaik dapat memberikan tambahan dorongan bagi aset-aset berisiko seperti crypto, indikator ini penting untuk diperhatikan para investor karena dapat mencerminkan arah pergerakan pasar dalam waktu menengah.
Proyeksi pasokan uang M2 di AS merupakan salah satu variabel yang terkait dengan penentuan harga Bitcoin (BTC). Diperkirakan, M2 di Amerika Serikat akan menyentuh angka US$21.700 miliar pada akhir kuartal ini.
Sementara itu, DXY yang menunjukkan kekuatan dolar terhadap mata uang dunia saat ini berada di level terendah sejak April 2022. kondisi ini memberikan peluang bagi investor untuk mempertimbangkan aset alternatif seperti Bitcoin dan altcoin yang memiliki likuiditas serta kapitalisasi pasar yang besar.
Dia menjelaskan bahwa pergerakan yang serupa pernah terjadi di akhir tahun 2017, ketika melemahnya dolar menandai dimulainya reli besar di pasar crypto. Kondisi saat ini memiliki kesamaan struktur makro dengan periode tersebut.
Pergerakan indeks dolar AS (DXY) untuk menilai potensi Bitcoin (BTC).
Di tengah ketidakpastian, beberapa analis merekomendasikan agar investor tetap tenang dan fokus pada strategi jangka panjang. Ia menekankan bahwa pasar crypto masih memiliki potensi besar meskipun volatilitas jangka pendek tidak dapat dihindari.
Bahkan tak sedikit dari mereka merekomendasikan strategi dollar cost averaging (DCA) sebagai cara yang lebih aman untuk pemula dalam berinvestasi.
Pergerakan Harga BTC
Dilansir dari Pintu Market, harga BTC hari ini adalah Rp 1.421.646.260, dengan volume transaksi Bitcoin (BTC) dalam 24 jam terakhir mencapai US$27.084.975.576, mengalami kenaikan sebesar 3,70% dibandingkan dengan sehari sebelumnya.
Sementara itu, Bitcoin telah mencatat harga tertinggi sepanjang masa di level US$108.786 dan harga terendah di US$67,81. Saat ini, harganya 22,50% lebih rendah dibandingkan dengan puncak tersebut dan 124.228,59% lebih tinggi dari harga terendahnya.
Itulah beberapa analisa pergerakan harga Bitcoin saat ini, meski mengalami kenaikan namun Bitcoin masih bisa tertahan untuk mencapai US$ 91 ribu. Meski demikian, pergerakan ini telah membuat investor percaya bahwa Bitcoin akan bangkit.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.