Menteri LH tegaskan Pemerintah dorong akselerasi penanganan sampah
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meninjau langsung Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo di Solo pada Jumat (18/4/2025).

Elshinta.com - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meninjau langsung Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo di Solo pada Jumat (18/4/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk mengevaluasi progres pengolahan sampah menjadi energi. Sekaligus, mendorong percepatan operasional fasilitas tersebut.
"Sekarang ini kita berdiri, di Putri Cempo, suatu klasifikasinya dalam rangka, penyelesaian sampah untuk energi listrik, " katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Agung Santoso, Selasa (22/4).
Menurut Hanif, keberadaan PLTSa Putri Cempo menjadi salah satu dari sepuluh proyek strategis nasional. Hal ini sesuai yang ditetapkan dalam Perpres No. 35 Tahun 2018. Namun dari sepuluh proyek itu, baru dua PLTSa yang saat ini beroperasi. Salah satunya, seperti di Palembang, akan selesai kontruksinya.
“Delapan lainnya masih berjuang. Presiden Prabowo meminta penyelesaian segera. Termasuk seperti ini (Putri Cempo Solo) yang memiliki timbulan sampah harian mencapai 1.000 ton,” kata Hanif.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga bertemu dengan Wali Kota Solo, Respati Ardi, untuk mendorong percepatan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Menurut Hanif, tantangan operasional seperti biaya dan harga jual listrik menjadi catatan penting pemerintah pusat.
“Kami akan membantu menyusun kebijakan dan skema subsidi agar ini segera berjalan, " terangnya.
Dukungan penuh pemerintah diberikan seperti di Kota Solo yang sudah menunjukkan kemauan kuat. Pada kesempatan itu, Wali Kota Respati Ardi menyambut baik kunjungan Menteri LH. Ia menyebutkan bahwa Pemkot Solo akan segera menindaklanjuti arahan. Termasuk menyiapkan sistem pemilahan dan pemrosesan sampah agar sesuai standar teknis PLTSa.
“Kami diberi waktu tujuh hari untuk memaparkan progres. Harapannya, lewat rapat terbatas nanti bisa ada solusi atas kendala teknis yang masih ada,” ungkap Respati.