64 peserta UTBK UB tak hadir
Hari pertama pelaksanaan UTBK di Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur sejumlah peserta tidak mengikuti ujian di sesi 1.

Elshinta.com - Hari pertama pelaksanaan UTBK di Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur sejumlah peserta tidak mengikuti ujian di sesi 1.
“Dari 1.520 peserta yang hadir di sesi satu yang hadir 1.456 peserta dengan prestasi 95,7 persen dan ada 64 orang peserta yang tidak hadir,” ungkap Wakil Rektor 1 bidang akademik Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, AH Sugiharto, Rabu (23/4).
Ditambahkan Wakil rektor ketidakhadiran peserta pada sesi 1 diduga karena peserta yang mendaftar diterima di sekolah kedinasan atau perguruan tinggi internasional.
“Dan ketidakhadiran peserta tersebut merupakan hal yang umum karena tidak lebih dari 5 persen dan panitia UTBK belum mengetahui secara pasti ketidakhadiran mereka meski panitia UTBK sendiri telah memaksimalkan informasi baik melalui website, papan pengumuman maupun informasi pada peserta UTBK,” jelasnya.
Dan pada tahun 2025 ini UB menerima 16 calon mahasiswa difabel dari berbagai daerah akan mengikuti ujian tulis berbasis komputer di Universitas Brawijaya. Seleksi nasional menuju perguruan tinggi ini akan dilaksanakan secara serentak, mulai Rabu (23/4/2025) hingga Selasa (29/4/2023) yang berlokasi di 58 ruangan di 16 titik lokasi.
“16 orang disabilitas tersebut terdiri dari 3 orang dengan disabilitas tuna netra, 8 orang dengan disabilitas tuna daksa dan 5 orang disabilitas tuna rungu. Para peserta ini akan didampingi oleh pengawas selama melaksanakan ujian di Lab Komputer Gedung B, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Gedung kuliah fakultas ini dipilih karena memiliki fasilitas yang dapat membantu peserta difabel dalam melaksanakan ujian, seperti akses ramp, guilding block dan lokasi yang berada di lantai 1.” jelasnya.
Pada kesempatan itu, panitia UTBK UB optimistis dengan kesiapan sarana dan prasarana serta server , pasokan kelistrikan.
“Total Peserta 20.859 untuk UTBK tahun ini , dan ada 1.520 unit komputer, dan dilengkapi dengan 152 unit cadangan yang siap digunakan baik untuk sesi pagi maupun siang. Selain pengawas, UB juga menyediakan riglet atau alat bantu ujian untuk penyandang disabilitas netra sebagai kertas buram dan aplikasi screen reader untuk mengkonversi tampilan teks di layer menjadi suara dan itu telah di lakukan pengecekan terakhir dan tadi sempat dilihat oleh Rektor,” tandasnya .