Cegah DBD dan chikungunya, legislator turunkan tim 'fogging' di kampung Pringgolayan
Kekhawatiran warga Kampung Pringgolayan, Kelurahan Tipes, Solo adanya kasus demam berdarah (DBD).

Elshinta.com - Kekhawatiran warga Kampung Pringgolayan, Kelurahan Tipes, Solo adanya kasus demam berdarah (DBD). Dan ini telah menimpa tiga orang warga. Ditambah, kabar meluasnya wabah chikungunya di wilayah Sukoharjo dengan ratusan warga terinfeksi, tindakan cepat pun diambil Baruno Wisata Aji, Anggota DPRD Kota Solo dari Fraksi PDI Perjuangan.
"Fogging ini sebagai upaya pencegahan agar kasus tidak bertambah. Tiga warga sudah terpapar DBD," katanya, Kamis (24/5).
Ia mengajak tim fogging dari Komunitas Fogging Katresnan terhadap lingkungan RT 02 dan RT 03 RW 08 Pringgolayan. Apalagi, kampung ini dibatas kota antara Kota Solo dengan Kabupaten Sukoharjo.
“Selain itu, kami juga merespons situasi di Sukoharjo, di mana 512 warga terpapar chikungunya. Kita tidak ingin hal itu berdampak ke Solo,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Agung Santoso.
Baruno menjelaskan, fogging dilakukan berdasarkan permohonan dari ketua RT setempat, yang segera ditindaklanjuti oleh tim internal. Hingga bulan ini, tim Foging Katresnan telah melakukan fogging di sepuluh titik berbeda di Kota Solo.
“Ini bentuk gotong royong. Fogging membunuh nyamuk dewasa sebagai vektor penyebaran. Tapi membasmi jentik tetap butuh peran aktif warga, seperti menguras bak mandi dan membersihkan lingkungan,” tambahnya.
Terkait keamanan, fogging dilakukan dengan cairan disinfektan non-solar yang aman bagi hewan peliharaan. Baruno menegaskan bahwa aksi ini gratis dan hanya melayani permintaan skala RT atau RW, bukan individu per rumah. Wiyono (60), warga setempat, menyambut baik inisiatif ini.
“Begitu ada yang kena, saya langsung buat pengajuan ke RT dan diteruskan ke Mas Baruno. Responnya cepat, hari ini langsung difogging. Warga merasa terbantu,” ucapnya.
Kegiatan fogging menyasar berbagai sudut kampung: pekarangan rumah, tumpukan kayu, sumur luar, kamar mandi umum, dan saluran air. Wilayah ini sendiri dikenal sebagai sentra kerajinan alat olahraga, khususnya shuttlecock.
Di tengah keterbatasan respon formal dari fasilitas kesehatan yang harus menunggu jumlah kasus tertentu, aksi Foging Katresnan menjadi langkah preventif yang dinilai cepat dan konkret oleh warga.