Top
Begin typing your search above and press return to search.

Musim giling PG Rendeng Kudus, Bupati dukung Kabupaten Kudus swasembada gula

Prosesi kirab pengantin tebu menandai musim giling Pabrik Gula (PG) Rendeng Kabupaten Kudus JawaTengah, Kamis (24/4). 

Musim giling PG Rendeng Kudus, Bupati dukung Kabupaten Kudus swasembada gula
X
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Prosesi kirab pengantin tebu menandai musim giling Pabrik Gula (PG) Rendeng Kabupaten Kudus JawaTengah, Kamis (24/4).

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengapresiasi upaya nguri-uri tradisi yang digelar oleh PG Rendeng . Pihaknya menyebut, zaman dulu kirab "nganten tebu" pengantin tebu disebut nggantingi.

Dalam prosesi kirab pengantin tebu ini ada dua tebu yang disatukan. Dimana, dua buah tebu dari kebun yang berbeda dan masing-masing tebu diberi nama satu sebagai pengantin pria dan wanita. Satu tebu yang menjadi mempelai pria diberi nama Sri Narendra Rosan Prakoso dari Peganjaran, Bae dan tebu satunya menjadi mempelai perempuan diberi nama Sri Ratu Rosan Ayu Nan Indah dari Tanjungrejo, Jekulo.

Kedua tebu diarak dari seberang jalan PG Rendeng Kudus menuju mesin giling yang diiringi musik dan kesenian barongan. Kemudian tebu diserahkan kepada pejabat pabrik dan setelahnya dilemparkan ke mesin giling. Tebu-tebu pengiring pengantin juga diletakkan ke mesin penggiling.

"Bagus karena prosesi kirab nganten tebu dipertahankan sampai sekarang. Kalau dulu namanya nggantingi," ujar Sam’ani seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (24/4).

Bupati berdoa agar target produksi 200 persen yang disampaikan Direktur Keuangan PT Sinergi Gula Nusantara PG Rendeng Harianto bisa terpenuhi. Bahkan bisa melampaui hingga 300 persen. Sehingga bisa menyerap lebih banyak tebu dari petani dan Kabupaten Kudus bisa swasembada gula. Hal ini juga sesuai dengan prioritas Presiden RI Prabowo Subianto yang menargetkan swasembada pangan.

Ia yakin produksi yang sesuai target hasilnya pun banyak. Nantinya bisa berdampak pada sejahteranya para petani sehingga bisa bersedekah dengan lingkungan sekitar. Bupati ikut bahagia melihat karyawan PG Rendeng yang semangat untuk memulai kerja. Pihaknya meminta saat ada tradisi pengantin tebu, PG. Rendeng melibatkan UMKM seperti tahun sebelumnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Sinergi Gula Nusantara PG Rendeng Harianto menargetkan tahun ini bisa menggiling tebu sebanyak 312 ribu ton selama 120 hari. Proses penggilingan dimulai pada 4 Mei 2025.dengan hitungan rendemen sebesar 7,15 persen akan menghasilkan gula sekitar 20 ribu ton. Target produksi gula tahun ini naik 200 persen dari tahun sebelumnya.

"Sebelumnya target sekitar 10 ribu ton gula, kami hanya bisa menyelesaikan sekitar 90 persen target. Sekarang kami naikkan target gula sekitar 20 ribu ton,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyampaikan target tersebut sesuai dengan program presiden. Upaya untuk memenuhi target dilakukan dengan berbagai hal. Di antaranya memperluas area menanam tebu, mendorong petani menanam tebu, dan menyediakan bibit tebu terbaik.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire