Top
Begin typing your search above and press return to search.

Solo genjot pariwisata lewat 'Bengawan Solo Travel Mart 2025'

Kota Solo kembali menggelar Bengawan Solo Travel Mart (BTM) 2025 pada 6-9 Mei mendatang. Event tahunan ini menjadi ajang promosi wisata sekaligus wadah kolaborasi pelaku usaha dengan buyer domestik dan mancanegara.  

Solo genjot pariwisata lewat Bengawan Solo Travel Mart 2025
X
Sumber foto: Agung Santoso/elshinta.com.

Elshinta.com - Kota Solo kembali menggelar Bengawan Solo Travel Mart (BTM) 2025 pada 6-9 Mei mendatang. Event tahunan ini menjadi ajang promosi wisata sekaligus wadah kolaborasi pelaku usaha dengan buyer domestik dan mancanegara.

Hal ini disampaikan Gatot Budi Karyono, Deputi Bidang Pariwisata & Ekonomi Kreatif Formasi (FIS) Dinas Pariwisata Dan Budaya Kota Solo yang juga Ketua Panitia Pelaksana BTM 2025.

"Ajang ini fokus pada penguatan branding pariwisata Solo," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Agung Santoso, Selasa (29/4).

Adapun tema 'PASTI' (Pariwisata Solo Istimewa), diangkat untuk menunjukkan kekhasan Solo sebagai destinasi yang berkesan.

Ia menjelaskan, BTM 2025 akan mengajak peserta dari enam negara dan berbagai kota di Indonesia untuk mengeksplorasi destinasi unggulan seperti Keraton Surakarta, Kampung Batik, hingga pusat musik Lokananta.

"Kami juga akan memamerkan ruang kreatif di koridor Ngarsopura, yang disebut banyak orang sebagai Malioboro-nya Solo," tambah Gatot.

Anies Purnomo, Deputi BI Solo, menyatakan bahwa pihaknya akan memastikan kemudahan transaksi bagi peserta melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS). "Tahun lalu, transaksi QRIS di Solo mencapai Rp4,18 triliun. Sistem ini aman dan meminimalisir risiko kehilangan uang tunai," jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa QRIS mendukung kenyamanan wisatawan mancanegara karena mampu menyesuaikan kurs mata uang asal. "Merchant yang terdaftar di QRIS juga terverifikasi, mengurangi risiko penipuan," imbuh Anies.

Arya Widyantoko, Kepala Disparbud Solo, mengungkapkan bahwa gelaran BTM 2025 tidak hanya menargetkan peningkatan kunjungan, tapi juga pemerataan ekonomi. "Buyer tidak hanya menginap di hotel berbintang, tapi juga homestay dan penginapan lokal. Ini bagian dari dampak positif pariwisata," tuturnya.

Data Disparbud menunjukkan kenaikan 7% kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2025, dengan total 333.732 orang. BTM 2025 diharapkan bisa terus mendongkrak angka ini sekaligus memperkuat posisi Solo di peta wisata global.

"Tahun 2024 ada kenaikan transaksi 50 persen dari target, atau Rp 1 Milyar. Diharapkan tahun ini, juga naik," pungkasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire