Polemik Merger FREN-EXCL menggelinding ke DPR: Investor siap gelar RDP, klaim Rugi Rp1,2 triliun
Merger antara PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) belum meredam polemik yang melibatkan FREN dan sejumlah investor publik.

Elshinta.com - Merger antara PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) belum meredam polemik yang melibatkan FREN dan sejumlah investor publik. Di tengah proses hukum yang tengah berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, perwakilan investor kini juga menggandeng Komisi XI DPR untuk mengadukan permasalahan tersebut.
Salah satu pemegang waran FREN, Dopur Eduardus, menegaskan bahwa merger tersebut tidak menghapus persoalan dugaan kerugian yang dialami oleh investor publik. Ia menyatakan, berbagai langkah tengah ditempuh untuk mencari keadilan.
“Kami melakukan komunikasi intensif dengan Komisi XI DPR. Dalam satu atau dua pekan ke depan, kami akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) di DPR,” ujar Dopur kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/4).
Dopur mengungkapkan bahwa potensi kerugian investor mencapai triliunan rupiah akibat penghapusan pencatatan Waran Seri III (FREN-W2). Berdasarkan datanya, masyarakat memiliki sekitar 40 miliar lembar waran. Jika dihitung dengan harga rata-rata Rp30 per lembar, total kerugian diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.
“Jika dibiarkan, ini bisa merusak kepercayaan investor publik terhadap pasar modal Indonesia,” tegasnya.
Terkait langkah hukum, gugatan para investor telah terdaftar di PN Jakarta Pusat dengan nomor perkara 203/Pdt.G/2025/PN Jkt Pst, tertanggal 24 Maret 2025. Sidang pertama telah digelar pada Selasa (22/4), namun pihak tergugat belum hadir. Sidang kedua dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 6 Mei 2025.
Menanggapi polemik ini, Chairman Sinar Mas Group Franky O. Widjaja sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan solusi adil bagi pemegang waran, termasuk opsi konversi waran menjadi saham di entitas baru hasil merger, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk.
“Sudah optimal lah. Kami sudah berunding dengan para investor. Ini sudah yang terbaik,” kata Franky di Gedung BEI, Jakarta, Senin (14/4/2025).
Sementara itu, Direktur dan CFO XLSmart, Antony Susilo, menambahkan bahwa perusahaan kini fokus pada proses integrasi pasca-merger. Menurutnya, penyusunan rencana bisnis tengah berlangsung sebelum nantinya diumumkan panduan kinerja (guidance) bagi entitas baru.
“Kami sedang memikirkan bagaimana cara mendapatkan integrasi yang baik dan lancar, dari sisi operasional hingga sumber daya manusia,” ujarnya dalam konferensi pers merger XLSmart, Selasa (25/3).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan tambahan dari pihak FREN maupun EXCL terkait agenda RDP yang direncanakan investor di DPR. (LUT)