Top
Begin typing your search above and press return to search.

Tak terima ditegur, cucu tikam kakek berkali-kali hingga bersimbah darah

Seorang pelajar SMP di Purwakarta, Jawa Barat ditangkap Satreskrim Polres Purwakarta yang sebelumnya berencana membunuh kakeknya sendiri dengan sejumlah tusukan terhadap korban bernama Suyono (69) di Perum Ciganea Indah, Kelurahan Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur.

Tak terima ditegur, cucu tikam kakek berkali-kali hingga bersimbah darah
X
Sumber foto: Tita Sopandi/elshinta.com.

Elshinta.com - Seorang pelajar SMP di Purwakarta, Jawa Barat ditangkap Satreskrim Polres Purwakarta yang sebelumnya berencana membunuh kakeknya sendiri dengan sejumlah tusukan terhadap korban bernama Suyono (69) di Perum Ciganea Indah, Kelurahan Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur.

Pelaku berinisial ALH (14) merupakan cucu korban yang dirawat sejak kecil dan berencana membunuh kakeknya dibantu oleh rekanya yang sama-sama pelajar SMP yaitu RAW berusia (13).

Keduanya berhasil dibekuk setelah bersembunyi di perkotaan Purwakarta, Selasa (29/4/2025).

Wakapolres Purwakarta, Kompol Sulisman Muhamad Natsir, mengatakan, aksi pembunuhan terhadap korban sudah direncanakan oleh ALH cucu korban.

Kejadian tersebut berawal pada hari Minggu (27/4/2025), saat itu pelaku meminjam motor korban dengan alasan akan mengantarkan celana temannya. Namun pelaku baru pulang keesokan harinya dan ditegur oleh kakeknya itu.

Selanjutnya pelaku ALH bercerita ke temanya bernama RAW sakit hati karena sering dimarahi oleh korban dan akan membunuh kakeknya.

Setelah berada di rumah korban, pelaku langsung mengambil pisau dari dapur dan akan menikam kakeknya yang saat itu ada di dalam rumah.

"Korban langsung lari namun nahas terjatuh di depan warung, pelaku kemudian menusuk berkali-kali terhadap korban. Setelah tidak berdaya kemudian korban diseret ke dalam warung," ungkap Sulisman seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Tita Sopandi, Selasa (29/4).

Tidak sampai di situ, ujar Sulisman, pelaku terus menghujamkan pisau ke korban hingga pisau bengkok. "Kemudian temannya memberikan pisau lain yang sudah disiapkan dan kembali dihujamkan ke korban hingga korban tak bergerak," tambah Sulisman.

Menurut Natsir, ke dua pelaku meyakini korban telah meninggal dunia lalu mengambil sprei untuk membungkusnya dan mayatnya berniat di buang di kebun bambu.

Dijelaskan Sulisman, saat itu tetangga korban curiga ada kegaduhan di dalam warung yang dijadikan rencana pembunuhan. "Warga kemudian menggedor pintu warung," ucap Sulisman.

Kedua pelaku langsung kabur dan korban sudah bersimbah darah tapi masih bernapas, hingga warga kemudian membawa korban ke RSUD Bayu Asih Purwakarta.

Sulisman menjelaskan, dugaan sementara rencana pembunuhan ini karena dendam pribadi.

"Ke dua pelaku ditahan di Mapolres Purwakarta dengan barang bukti dua bilah pisau. Keduanya merupakan anak berhadapan dengan hukum dan tidak terpengaruh alkohol," tandasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire