Kemenag badalkan Haji Daimah, jemaah yang wafat di Madinah
Kementerian Agama (Kemenag) akan memberikan Badal Haji untuk Daimah binti Suwaryo (66), jemaah calon haji asal Banjarnegara, Jawa Tengah yang wafat sesaat setelah tiba di tanah suci, Sabtu (3/5/25). Badal haji merupakan pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan seseorang atas nama orang lain yang tidak mampu menunaikan ibadah haji sendiri karena sakit berat, meninggal dan sejumlah uzhur syari lainnya.
.jpeg)
Elshinta.com - Kementerian Agama (Kemenag) akan memberikan Badal Haji untuk Daimah binti Suwaryo (66), jemaah calon haji asal Banjarnegara, Jawa Tengah yang wafat sesaat setelah tiba di tanah suci, Sabtu (3/5/25). Badal haji merupakan pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan seseorang atas nama orang lain yang tidak mampu menunaikan ibadah haji sendiri karena sakit berat, meninggal dan sejumlah uzhur syari lainnya.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Abdul Basir menegaskan, pemerintah akan memberikan hak-hak Daimah sebagai jemaah calon haji yang wafat. Termasuk setiap jemaah calon haji lainnya.
"Jemaah haji yang meninggal dunia nanti akan mendapatkan hak-haknya. Yang pertama tentu jamah haji nanti akan dibatal hajikan oleh pemerintah," ujar Abdul Basir di Madinah.
Ia melanjutkan, selain memperoleh Badal Haji, keluarga jemaah yang wafat juga akan memperoleh dana asuransi. "Asuransi sesuai dengan ketentuan yang telah diatur di Kementerian Agama, tandasnya.
Abdul Basir menjelaskan, informasi dari petugas kesehatan di Bandara Madinah, Daimah dinyatakan meninggal sesaat tiba di Bandara Madinah. "Informasi dari suami beliau pada saat proses pemusaran jenazah, selama ini tidak pernah mengeluhkan sakit tertentu," kata Basir di Madinah, Arab Saudi, Sabtu (3/5/2025).
Bahkan, lanjut Basir, menurut suami Daimah, Karno Karta Semi (62 tahun), saat di dalam pesawat almarhumah dalam kondisi baik, tanpa keluhan. Tapi sang suami mengungkapkan sang istri sedang ada beban pikiran sebelum berangkat ke Tanah Suci. Yakni mengenai kepastian apakah jadi berangkat ke Tanah Suci atau tidak.
"Sesaat menjelang turun, minta ke toilet dan setelah keluar dari toilet mengeluhkan kepala pusing lalu tidak sadar hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada saat tiba di bandara," ungkap Basir.
Saat ini jenazah Daimah sudah dimakamkan di Pemakaman Baqi, Madinah, setelah disholatkan di Masjid Nabawi. Kata Basir, suami Daimah ikut sampai memandikan sang istri.
"Setelah itu menyampaikan kepada saya bahwa dia tidak ikut sanggup mendampingi pemakaman dan akhirnya suaminya tersebut kami serahkan kembali ke Kloternya di Sektor 1 Daker Madinah," lanjut dia.
Basir menyampaikan, kondisi suami Daimah saat ini lumayan stabil. "Mudah-mudahan tetap semangat melanjutkan ibadah hajinya sampai selesai," harapnya.
Penulis: Rama Pamungkas/Ter