Top
Begin typing your search above and press return to search.

Bupati Magelang hadiri prosesi kremasi mendiang Murdaya Poo

Bupati Magelang Grengseng Pamuji hadir dalam rangkaian upacara kremasi mendiang konglomerat Murdaya Poo, di Bukit Dagi, Komplek Candi Borobudur, Rabu (7/5).

Bupati Magelang hadiri prosesi kremasi mendiang Murdaya Poo
X
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Bupati Magelang Grengseng Pamuji hadir dalam rangkaian upacara kremasi mendiang konglomerat Murdaya Poo, di Bukit Dagi, Komplek Candi Borobudur, Rabu (7/5). Bupati menyampaikan duka cita kepada keluarga dan memohon maaf apabila selama disemayamkan di Magelang banyak kekurangan dalam menyambut.

"Saya atas nama pemerintah Kabupaten Magelang mengucapkan duka yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya bapak Murdaya Poo. Semoga upacara kremasi berjalan lancar sesuai dengan harapan kita semua," ucapnya saat memberikan sambutan dalam upacara pindah peti di kaki bukit Dagi.

Bupati juga mendoakan mendiang Murdaya Poo, bisa diterima di tempat yang setinggi-tingginya.

Hadir pula dalam upacara ini Wakil Bupati, Sahid, Ketua DPRD Sakir, Kapolresta Kombes Pol Herbin Garbawiyata Sianipar, Dandim 0705 Magelang letkol Inf Jarot Susanto. Wali Kota Singkawang Tjhai Vhui Mie. Hadir pula tokoh nasional Basuki Tjahaja Purnama dan Jendral TNI (Purn) Moeldoko.

Usai upacara pemindahan peti, jenazah kemudian dibawa ke Bukit Dagi diiringi oleh para Bhikkhu, istri mendiang Siti Hartati Murdaya serta keempat putra putri masing-masing Metta Murdaya, Karuna Murdaya, Prajna Murdaya dan Uppekha Murdaya.

Tiba di bukit, peti jenazah diletakkan di atas kayu yang sudah ditata di tempat kremasi dibuat dengan menggunakan batu bata. Kemudian dilanjutkan dengan ritual upacara dipimpin bikhu asal Tibet Yang Mulia Chungpo Gualton Rinpoche.

Setelah itu, peti ditutup dengan balok-balok kayu tinggi sekitar satu meter. Tak berapa lama kemudian dilanjutkan penyalaan api oleh Bhiku, termasuk istri mendiang Siti Hartati Murdaya juga ikut menyalakan api. Demikian juga dengan putra putri mendiang.

Dirjen Bimas Agama Budha, Supriyadi dalam sambutannya mengatakan, kremasi ini sebagai bentuk penyempurnaan hidup ke alam baka.

"Kedatangan kami ke sini untuk menyertai beliau nantinya pada saat prosesi kremasi. Kita semua akan menyalurkan jasa kebajikan semoga beliau kembali lahir ke alam yang bahagia," tutur Supriyadi.

Seperti diketahui, jenazah Murdaya Poo dibawa dari Vihara Griya Vipasana Avalokitesvara (GVA) Mendut, Selasa (6/5) menuju kaki Bukit Dagi. Jenazah disemayamkan di GVA selama 3 minggu sejak 14 April. Murdaya Poo meninggal tanggal 7 April di Singapura karena sakit kanker.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire