14 Mei 1962: Presiden Soekarno jadi sasaran percobaan pembunuhan
Pada tanggal 14 Mei 1962, presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno, menjadi sasaran percobaan pembunuhan oleh seorang pemberontak DI/TII. Peristiwa tersebut terjadi saat pelaksanaan Sholat Idul Adha di Lapangan Kompleks Istana Merdeka dan Istana Negara.

Elshinta.com - Pada tanggal 14 Mei 1962, presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno, menjadi sasaran percobaan pembunuhan oleh seorang pemberontak DI/TII. Peristiwa tersebut terjadi saat pelaksanaan Sholat Idul Adha di Lapangan Kompleks Istana Merdeka dan Istana Negara.
Dalam peristiwa tersebut Soekarno selamat dari insiden penembakan, sementara terdapat beberapa orang yang terserempet dan terluka yaitu Zainul Arifin (Ketua DPR), dan 2 DKP (Detasemen Kawal Pribadi) Soekarno, yakni Soedrajat dan Soesilo. Sementara, Jenderal AH Nasution yang berdiri di sebelah kiri Bung Karno juga nyaris ikut menjadi korban.
Maulwi Saelan dalam Penjaga Terakhir Soekarno (2014), mengatakan, seseorang tiba-tiba menembakkan pistol ke arah Bung Karno ketika shalat sedang berlangsung. Si penembak itu berada empat baris di belakang Bung Karno. Belakangan, diketahui bahwa si penembak mengaku kesulitan membidik sasarannya karena melihat dua orang yang mirip dengan Bung Karno. Tembakan tersebut tak mengenai tubuh Bung Karno sedikit pun.
Pembakan itu dilakukan oleh Sanusi Firkat, Djajapermana alias Hidayat bin Mustafa, dan Kamil alias Harun bin Karta. Namun secara keseluruhan diketahui sebanyak sembilan orang.
Mereka diketahui merupakan anak buah dari S.M.Kartosoewirjo pimpinan DI/TII. Adapun mereka dapat masuk ke istana lewat Haji Bachrun seorang pimpinan pesantren di Bogor yang kemudian dituduh telah merencanakan peristiwa ini karena hanya orang-orang yang mendapat kartu undangan yang bisa masuk ke Istana Merdeka untuk melaksanakan salat Idul Adha.