Pemkot Tangerang apresiasi TNI panen jagung di lahan tidur dua hektare
Pemerintah Kota Tangerang, Banten, mengapresiasi anggota TNI dari Yonif 203/Arya Kemuning yang berhasil memanfaatkan lahan tidur seluas dua hektare yang ditanami jagung dan berhasil dilakukan panen raya. Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Muhdorun di Tangerang, Sabtu, mengatakan keberhasilan itu merupakan bentuk sinergi nyata antara Pemkot Tangerang dengan institusi militer dalam menciptakan ketahanan pangan lokal.

Elshinta.com - Pemerintah Kota Tangerang, Banten, mengapresiasi anggota TNI dari Yonif 203/Arya Kemuning yang berhasil memanfaatkan lahan tidur seluas dua hektare yang ditanami jagung dan berhasil dilakukan panen raya. Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Muhdorun di Tangerang, Sabtu, mengatakan keberhasilan itu merupakan bentuk sinergi nyata antara Pemkot Tangerang dengan institusi militer dalam menciptakan ketahanan pangan lokal.
"Ini adalah bukti jika TNI hadir bersama masyarakat, bukan hanya pada tugas pertahanan tetapi juga bisa berkontribusi langsung dalam urusan pangan dan lingkungan," ujarnya.
Ia menambahkan program urban farming yang dilakukan di lahan TNI tersebut adalah bukti bahwa pertanian bisa hidup dan sukses, bahkan di lingkungan militer
“Sinergi ini harus terus dikembangkan. Kami siap mendukung penuh kegiatan seperti ini, karena bisa menjadi model bagi wilayah lain, termasuk kawasan padat penduduk yang memiliki keterbatasan lahan,” ujarnya.
DKP Kota Tangerang juga berharap depannya model kolaborasi ini bisa direplikasi di Batalyon TNI lainnya serta membuka ruang bagi program pelatihan pertanian bagi masyarakat sekitar.
"Setelah ini kita bisa berikan edukasi dan ajak partisipasi masyarakat dalam mensukseskan program ketahanan pangan yang digaungkan oleh Presiden Prabowo," ujarnya.
Sebelumnya Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan terdapat lahan kosong seluas 98 hektare yang nantinya akan dikelola petani melibatkan 3 kelompok tani dan 113 kelompok wanita tani (KWT)
“Lahan yang ada akan kami maksimalkan dengan target 7,2 ton gabah per hektarenya, nantinya beras yang dihasilkan oleh petani di Kota Tangerang dibeli langsung oleh Bulog dengan harga Rp6.500/kg,” kata Sachrudin.