Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kremlin: Tekanan internasional tak pengaruhi sikap Rusia soal Ukraina

Elshinta.com - Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa Rusia tidak merasa terpojok oleh dorongan para pemimpin Eropa untuk memberlakukan gencatan senjata selama 30 hari yang dijadwalkan mulai Senin, meskipun ada ancaman sanksi yang diperluas.

Kremlin: Tekanan internasional tak pengaruhi sikap Rusia soal Ukraina
X
Kendaraan lapis baja turut dalam parade akbar memperingati 80 tahun kemenangan Uni Soviet dalam Perang Patriotik Raya di Moskow, Rusia, Jumat (9/5/2025). ANTARA FOTO/Xinhua/Bai Xueqi/rwa.

Elshinta.com - Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa Rusia tidak merasa terpojok oleh dorongan para pemimpin Eropa untuk memberlakukan gencatan senjata selama 30 hari yang dijadwalkan mulai Senin, meskipun ada ancaman sanksi yang diperluas.

“Beberapa hari lalu, Presiden Putin sebenarnya sudah mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari. Apakah Anda mendengar tanggapan apa pun dari Kiev? Kami juga tidak mendengarnya,” ujar Peskov dalam wawancara dengan CNN yang disiarkan pada Sabtu (10/5).

“Apakah ada kritik terhadap Kiev karena tidak mampu atau tidak mau merespons? Tidak ada,” lanjutnya.

Peskov menambahkan bahwa Rusia memiliki sikap tersendiri dan sedang mempertimbangkan usulan tersebut. “Ini adalah perkembangan baru. Jadi, kami memiliki posisi kami sendiri,” katanya.

Menanggapi pertanyaan terkait tekanan internasional, Peskov mengatakan: “Jika Anda melihat sejarah, baik sejarah lama maupun modern, Anda akan melihat bahwa Rusia cukup tahan terhadap segala bentuk tekanan.”

Meski mengapresiasi upaya mediasi yang dipimpin Amerika Serikat, Peskov memperingatkan agar tidak ada pemaksaan.

“Kami terbuka untuk berdialog, kami terbuka untuk upaya penyelesaian konflik di Ukraina. Kami menghargai, dan tentu sangat berterima kasih kepada pemerintahan Trump. Namun pada saat yang sama, menekan kami adalah hal yang sia-sia.”

Peskov juga menuduh negara-negara Eropa melakukan konfrontasi langsung terhadap Rusia. “Eropa secara terbuka sedang menghadapi kami. Kami merasakannya, kami mengetahuinya, dan kami sudah cukup terbiasa dengan itu,” ungkapnya.

Sebelumnya pada Sabtu, para pemimpin Eropa mengusulkan gencatan senjata tanpa syarat selama 30 hari di Ukraina, yang dimulai pada Senin. Pemantauan gencatan senjata ini akan dipimpin oleh Amerika Serikat dengan dukungan dari negara-negara Eropa, demikian disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Jika terjadi pelanggaran, sanksi besar akan disiapkan bersama antara pihak Eropa dan Amerika,” kata Macron di Kiev setelah menghadiri pertemuan Koalisi Negara-Negara Sukarela.

Sumber: Anadolu

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire