Tiba di Candi Borobudur, 36 Bhiku Tudong ikuti detik-detik Waisak 2569 BE/2029
Elshinta.com - Sebanyak 36 Bhiku Tudong dari beberapa negara di Asia Tenggara, mengakhiri perjalanan spiritualnya setelah menginjakkan kakinya di Candi Borobudur, Sabtu (10/5). Mereka siap melengkapi perjalanannya dengan mengikuti detik-detik Waisak 2569 BE/2025 pada Senin (12/5).

Elshinta.com - Sebanyak 36 Bhiku Tudong dari beberapa negara di Asia Tenggara, mengakhiri perjalanan spiritualnya setelah menginjakkan kakinya di Candi Borobudur, Sabtu (10/5). Mereka siap melengkapi perjalanannya dengan mengikuti detik-detik Waisak 2569 BE/2025 pada Senin (12/5).
Setelah memasuki komplek candi melalui gerbang Kalpataru sektar pukul 15.30 WIB, mereka disambut dengan suka citaoleh para bhiku dari berbagai sangha.
Yang teristimewa, para bhiku Tudong juga disambut oleh Wakil Mentri Ekonomi Kreatif, Irene Umar dan umat Budha lainnya.
Setelah diberi ucapan selamat datang, para bhiku naik ke candi Borobudur. Selama berjalan menyusuri marga Utama, setiap bikhu diberi untaian bunga sedap malam oleh umat. Bahkan dengan rasa hormat dan penuh ketulusan, mereka mendapat taburan bunga mawar merah putih.
Sesaat kemudian, mereka naik ke stupa candi Borobudur sebagai puncak dari perjalanan spiritual sejauh 2.800 km dari Bangkok Thailand.
Salah satu peserta, Bhante Wichai asal Thailand, menyampaikan rasa syukur karena berhasil menyelesaikan perjalanan spiritual lintas negara ini.
Ia mengaku sudah tiga kali melakukan perjalanan Tudong ke Indonesia. "Saya begitu bangga dan sangat senang melihat kerukunan umat beragama disini. Kami diterima oleh berbagai umat di Indonesia," tuturnya.
Wakil Mentri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan, perjalanan spiritual Tudong ini juga menunjukkan seberapa penting candi Borobudur bagi umat Budha diseluruh dunia. "Banthe saja jalan antar lintas negara supaya bisa mencapai candi Borobudur pas di hari Waisak untuk beribadah," ujarnya seperti yang dilaporkan kontributor Elshinta, Kurniawati.
Ketua Umum Panitia Internasional Thudong, Welly Widadi merasa bangga dan gembira atas indahnya toleransi yang ada di Kabupaten Magelang ini. Tidak hanya umat Budha saja yang menyambut kedatangan Bhiksu Thudong, tetapi saudara yang beragama muslim, hindu, khatolik dan Kristen pun ikut menyambut.
"Kami ini selalu di dampingi oleh salah satu teman kita yang beragama muslim dari kesultanan Cirebon," ungkap Welly.
Menurutnya, perbedaan ini menjadikan kekayaan buat bangsa di Indonesia. Lebih lanjut Ia mengatakan, para Bhiksu ini berjalan kaki menuju Borobudur sambil mendoakan masyarakat di Indonesia.
"Mereka juga memiliki misi untuk mempromosikan Borobudur di mata dunia," ungkap Welly.
Para Bhiksu Thudong ini terus menyuarakan pariwisata Borobudur menjadi salah satu tujuan pariwisata Bhudda di dunia.