Top
Begin typing your search above and press return to search.

SBY ingatkan krisis iklim, krisis lingkungan adalah nyata, bukan fiksi atau hoax

Perubahan iklim yang semakin masif terjadi adalah ancaman serius bagi manusia karena dampak yang ditimbulkan sangat laur biasa.

SBY ingatkan krisis iklim, krisis lingkungan adalah nyata, bukan fiksi atau hoax
X
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Elshinta.com - Perubahan iklim yang semakin masif terjadi adalah ancaman serius bagi manusia karena dampak yang ditimbulkan sangat laur biasa. Dunia harus bersatu untuk mengantisipasi berbagai dampak buruk yang muncul dari terjadinya krisis iklim tersebut. Krisis iklim menjadi isu besar yang tidak boleh dibiarkan begitu saja.

"Kalau kita gagal bersatu untuk mengantisipasi krisis iklim, krisis lingkungan dengan segala dampaknya, maka terus terang kita gagal untuk mengemban misi kemanusian yang diberikan bangsa-bangsa di dunia. Kita tahu bahwa krisis iklim, krisis lingkungan itu real, bukan fiksi, bukan hoax," kata Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berpidato pada forum lecture series The Yudhoyono Institute (TYI) bertajuk "Sustainable Growth with Equity" di Hotel Marriott, Yogyakarta, Senin (12/5/2025).

Oleh karena itu diperlukan aksi nyata secara bersama-sama dan memberikan dampak nyata karena skala ancaman yang bersifat global. SBY mengajak semua lebih bersatu berkolaborasi dan lebih bekerjasama dalam mengatasi isu besar perubahan iklim ini. SBY mengingatkan agar dunia tidak larut dalam konflik dan peperangan serta ketegangan geopolitik yang hanya menyusahkan kehidupan manusia.

"Marillah kita lebih bersatu, marilah kita lebih berkolaborasi, marilah kita lebih bekerjasama untuk sekalilagi mengingatkan agar isu besar ini (krisis iklim) tidak boleh kita biarkan, karena itu akan memberikan dampak buruk bagi semua bangsa didunia. Mungkin ini kurang menjadi perhatian publik dibanding isu tentang peperangan, tentang geopolitik, tentang global ekonomi dan lain-lain dalam artian yang sedang terjadi saat ini. Tetapi percayalah bahwa yang kita lakukan ini yang bisa menyelamatkan masa depan bangsa-bangsa, masa depan dunia, masa depan anak cucu kita," imbuh SBY seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Selasa (13/5).

Dalam pidato di forum yang juga dihadiri para akademisi dari perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri itu juga menyoroti tentang situasi dunia yang terjadi akhir-akhir ini. SBY yang pernah menjadi Presiden RI selama dua periode tersebut, mengungkapkan rasa keprihatinanya melihat perkembangan dunia yang kurang menggembirakan. Apa yang terjadi seperti peperangan yang tejadi disejumlah negara, isu-isu geopolitik yang memanas dan ditambah dengan perang dagang, perang ekonomi membuat dunia semakin rumit dan mengancam kehidupan bangsa di dunia.

"Saya kira semua sepakat yang kita mau adalah dunia yang makin damai, dunia yang makin sejahtera, dunia yang memberikan harapan bagi siapapun, terlepas dari ikatan identitas, terlepas dari batas-batas internasional," pungkas SBY.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire