Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pemuda Muhammadiyah gagalkan pengedar narkoba di Taman Cut Meutia Bekasi

Seorang pemuda asal Aceh yang diduga sebagai pengedar narkoba ditangkap oleh anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) di kawasan Taman Cut Meutia, Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Selasa pagi (13/5).

Pemuda Muhammadiyah gagalkan pengedar narkoba di Taman Cut Meutia Bekasi
X
Sumber foto: Hamzah Aryanto/elshinta.com.

Elshinta.com - Seorang pemuda asal Aceh yang diduga sebagai pengedar narkoba ditangkap oleh anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) di kawasan Taman Cut Meutia, Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Selasa pagi (13/5).

Kepala Unit Gerak Reaksi Cepat (UGRC) Kokam, Wanda mengatakan penangkapan dilakukan setelah adanya laporan warga yang mencurigai aktivitas tidak wajar di sekitar taman.

Ia mengaku timnya melakukan patroli rutin ketika menerima informasi dari warga.

“Kami mendapat laporan tentang seorang pemuda yang mondar-mandir di taman. Setelah kami dekati, pelaku tampak sedang menunggu seseorang, dan ada indikasi kuat ia akan melakukan transaksi narkoba,” kata Wanda seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamzah Aryanto, Selasa (13/5).

Ia menyebut, pelaku tengah diamankan bersama sejumlah barang bukti berupa obat-obatan daftar G, seperti Tramadol dan Eximer.

“Selanjutnya, pelaku diserahkan kepada pihak kepolisian dan kini berada dalam penanganan Polsek Rawalumbu untuk penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Sementara itu, Mastur (50) salah seorang warga mengaku kekhawatirannya terhadap peredaran narkoba yang kian meresahkan.

Mastur yang juga sebagai Ketua RT 003/01 Kelurahan Durenjaya ini mengungkapkan aktivitas mencurigakan sudah beberapa kali terlihat di taman dan fasilitas umum lainnya.

“Ini bukan kejadian pertama. Kami berharap aparat bisa lebih tegas agar lingkungan kami bersih dari narkoba,” ujarnya.

Aksi cepat Kokam dan kerja sama warga diapresiasi sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan lingkungan. Upaya kolaboratif seperti ini dinilai penting dalam mencegah peredaran narkoba, terutama di ruang-ruang publik yang rentan disalahgunakan.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire