Top
Begin typing your search above and press return to search.

Jadikan destinasi berkualitas, Candi Borobudur akan ditata

Menjadikan Candi Borobudur sebagai destinasi yang lebih berkualitas, Injourney yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang pariwisata akan terus melakukan pembenahan dan penataan di Candi Borobudur.

Jadikan destinasi berkualitas, Candi Borobudur akan ditata
X
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Menjadikan Candi Borobudur sebagai destinasi yang lebih berkualitas, Injourney yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang pariwisata akan terus melakukan pembenahan dan penataan di Candi Borobudur. InJorney akan berkolaborasi dengan Kemenag, Kemendikbud, Kemenparekraf, Kemenpar, pemerintah daerah, pemprov dan masyarakat sekitar untuk penataannya.

"Harus berkolaborasi, gotong royong harus kita lakukan di sini untuk memajukan Borobudur. Karena memang ekonomi impact yang di hasilkan, kalau memang Borobudur dan Magelang ini maju kan masyarakatnya makmur," ujar Direktur Utama InJourney, Maya Watono yang ditemui di sela-sela kegiatan Waisak 2569 BE/2025, di Borobudur, Senin (12/5).

Dengan adanya Waisak ini, suatu katalis (percepatan) pengembangan suatu destinasi, bahwa ini menjadi transformasi Borobudur untuk menjadi culture, destinasi yang berkualitas yang bisa dilihat di mata dunia. Sehingga akan banyak wisatawan asing yang datang ke Indonesia dengan adanya repositioning di Borobudur ini.

"Jadi peran Injorney untuk Waisak ini adalah dengan penataan Borobudur, pastinya dengan kementrian dan pihak-pihak lain, bahwa memang destinasi ini harus ditata terutama untuk kesakralannya" ucapnya.

Maya menyebut, pihaknya bersama kemendikbud menetapkan zona I Candi Borobudur adalah zona sakral. "Kemudian zona 2 dan zona 3 dimana kami juga menata pedagang. Ini harus kita tata dengan rapi, " katanya.

Blueprint dan masterplannya harus ditata dan dijaga, agar pembangunan bisa terus berkelanjutan 3-5 tahun ke depan. "Sehingga Candi Borobudur menjadi destinasi yang berkualitas untuk dunia. Bukan hanya untuk waisak saja,namun banyak banget kolaborasinya," ujar Maya.

Diakui Maya, saat ini rasio wisatawan asing yang dating ke Borobudur masih sekitar 12 persen. "Harapan kita tahun depan dengan adanya ini rasionya ini kalau bisa meloncat," katanya.

Umat Buddha di seluruh dunia itu besar sekali hampir 500 juta. Potensinya luar biasa, sehingga apabila bisa membawa 1 persen saja sudah 3 juta. "Jadi itu sudah sangat luar biasa dampak ekonominya untuk masyarakat Magelang, juga Jawa Tengah maupun untuk Indonesia," ucap Maya.

Wamenparekraf Irene Umar menambahkan, kementrian ekonomi kreatif banyak sekali kolaborasinya, dari bandara ke Candi Borobudur baru menuju lalu ke Mandalika. "Jadi ini satu bukti nyata, kalau di kabinet ini tidak ada yang namanya ego sektoral. Ini pesan khusus langsung dari Presiden Prabowo, jangan ada ego sektoral, jangan ada ego pribadi. "Lagi pula kita harus bekerjasama bergotong royong saling sinergi," ujarnya.

Sudah menjadi bukti nyata, Kemenparekraf dengan InJourney sudah berkolaborasi dan gotong royong, bahwa sinergi ini bukan untuk Magelang saja,namun juga untuk seluruh Indonesia dan dunia. Ini adalah showcase kita sebagai Indonesia, brand nation, bahwa kita adalah negara yang bertoleransi sangat tinggi," tegasnya.

Momen Waisak menunjukkan kerukunan agama di Indonesia dan Magelang khususnya sangat luar biasa.

"Banyak yang terkaget-kaget, terutama yang baru pertama kali kesini dan melihat toleransi yang begitu tinggi. Banyak umat Budha yang mendapat pertolongan warga yang mayoritas muslim. Mereka sangat menghargai, juga pemerintahnya. Bhineka TunggalIkanya kuat sekali" ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Rabu (14/5).

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire