Top
Begin typing your search above and press return to search.

Griya Santrian Sanur gelar pameran lukisan reflection

Griya Santrian Art Gallery Sanur, Kota Denpasar, Bali, kembali menggelar karya lukisan Reflection. Pameran yang terselenggara berkat kolaborasi Griya Santrian Art Gallery dan Jago Tarung Yogyakarta akan berlangsung selama dua bulan. 

Griya Santrian Sanur gelar pameran lukisan reflection
X
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta.com - Griya Santrian Art Gallery Sanur, Kota Denpasar, Bali, kembali menggelar karya lukisan Reflection. Pameran yang terselenggara berkat kolaborasi Griya Santrian Art Gallery dan Jago Tarung Yogyakarta akan berlangsung selama dua bulan.

Sebenyak sembilan (9) seniman yang terlibat dalam pameran ini adalah A. Priyanto ‘Omplong’, Hono Sun, Agung ‘Pekik’ Hanafi Purboaji, Riki Antoni, Dedy Sufriadi, Robi Fathoni, Deskhairi, Yudi Sulistyo dan Hayatuddi.

Sementara itu, Kurator Dedi Yuniarto mengungkap bahwa pameran ini memfokuskan pada dua dimensi refleksi: hubungan manusia dengan dirinya sendiri atau hubungan intrapersona.

“Sedangkan materi yang kami sajikan di Santrian Art Gallery ini merupakan ide refleksi yang kedua, yakni dalam hubungan manusia dengan alam dan lingkungannya," kata Dedi Dedi Yuniarto, Rabu (14/5).

Kurator Dedi Yuniarto dalam kesempatan ini juga menceritakan bahwa pameran di Griya Santrian Art Gallery ini merupakan series kedua yang diselenggarakan.

Sebelumnya, pameran serupa diselenggarakan pada 4 Oktober - 4 November 2023 di Bottega & Artisan, Alam Sutera-Tangerang dengan mengusung tema Hic et Nunc / Here and Now.

Dedy Sufriadi, salah satu seniman yang terlibat dalam pameran ini membawa lima karyanya untuk dinikmati pengunjung. Kebanyakan karyanya mengusung tema hyper text dan monocrome alias hitam putih.

“Itu studi saya saat (mengambil gelar) master. Jadi studi saya tentang tulisan teks, pemakaian teks,” kata Dedy Sufriadi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Rabu (14/5).

“Jadi lahir soal persoalan-persoalan teks. Kita ga pernah berpikir ternyata teks itu bisa menjadi elemen seni lukis kontemporer,” pungkas Dedy Sufriadi.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire