Top
Begin typing your search above and press return to search.

Serapan gabah petani per Mei di wilayah kerja Bulog Surakarta kembali lampaui target

Realisasi serapan gabah oleh Bulog Kantor Cabang Surakarta hingga pertengahan Mei 2025 melapaui target hingga 114,5 persen atau sebanyak 25.893 ton gabah kering panen.

Serapan gabah petani per Mei di wilayah kerja Bulog Surakarta kembali lampaui target
X
Sumber foto: Deni Suryanti/Elshinta.com

Elshinta.com - Realisasi serapan gabah oleh Bulog Kantor Cabang Surakarta hingga pertengahan Mei 2025 melapaui target hingga 114,5 persen atau sebanyak 25.893 ton gabah kering panen. Kabupaten Sukoharjo masih menjadi daerah dengan serapan tertinggi di Eks Karesidenan Surakarta, yakni mencapai 8.940 ton gabah.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Surakarta, Nanang Harianto mengatakan, cadangan pangan berupa gabah kering yang dimiliki Bulog Surakarta saat ini sebanyak 29.654 ton. Realisasi tersebut merupakan rekor pengadaan gabah tertinggi yang tercatat selama ini. Realisasi tonase serapan tiap kabupaten meliputi Klaten sebesar 8.928 ton, Boyolali 1.152 ton, Sragen 5.771 ton, Sukoharjo 8.940 ton, Karanganyar 2.233 ton, Wonogiri 2.595 ton dan Kota Surakarta 31 Ton.

"Angka tersebut masih akan terus bertambah seiring dengan masih adanya panen setiap harinya disebagian daerah seperti kabupaten Klaten, Sukoharjo, dan Boyolali yang merupakan wilayah kerja Bulog Cabang Surakarta," kata Nanang seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti.

Untuk selanjutnya, gabah tersebut akan diolah oleh Bulog dan disimpan dalam bentuk beras sebagai cadangan pangan. Bulog telah menyiapkan lokasi penyimpanan di sembilan kompleks pergudangan dengan kapasitas simpan beras sebesar 75.000 ton. Stok beras saat ini yang mencapai 74.000 ton. Bulog juga sudah menyiapkan gudang tambahan secara sewa yang berada di enam lokasi yaitu tiga gudang di Kabupaten Sukoharjo dan masing - masing satu gudang di Kabupaten Klaten, Sragen dan Wonogiri yang bisa mencapai kapasitas 30.000 ton.

Swasembada Pangan yang merupakan prioritas utama dalam Asta Cita Bapak Presiden RI Prabowo, sebagai salah satu poinnya adalah dalam penetapan harga gabah kering panen sebesar Rp 6.500 per kilogram di tingkat petani. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta menjaga keseimbangan ekonomi dalam rantai distribusi pangan.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire