Dorong ekonomi kreatif mendunia, Menekraf bersinergi dengan SMK Vokasi di Kudus
Menteri ekonomi kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan bahwa potensi dunia kerja di sektor industri kreatif seperti animasi dan game masih cukup luas

Elshinta.com - Kementerian Ekonomi Kreatif terus memperkuat komitmennya untuk membangun ekosistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Hal ini yang menjadi latar belakang kunjungan kerja Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, ke 3 (tiga) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang menjadi pendorong pengembangan kompetensi di sejumlah sub sektor ekonomi kreatif, Rabu (21/5).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Kabupaten Kudus dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berbasis kolaborasi, dan bertumpu pada penguatan kapasitas talenta daerah.
Pada kesempatan ini, Menteri Ekonomi Kreatif berkunjung ke SMK Raden Umar Said yang berfokus pada kompetensi animasi, SMK NU Banat yang berfokus pada kompetensi tata busana, dan SMK PGRI 2 yang berfokus pada kompetensi kuliner. Ketiganya merupakan mitra dari Djarum Foundation dan terbukti berperan aktif dalam menumbuhkan talenta lokal yang selaras dengan kebutuhan industri.
Menteri Ekraf menilai SMK di Kudus memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di masa depan, khususnya dalam menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja yang terus berkembang. Ia juga menekankan pentingnya komitmen dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk menjembatani talenta muda dengan ekosistem industri.
“SMK RUS menunjukkan bagaimana ruang belajar bisa menjadi ruang bertumbuh bagi talenta kreatif yang relevan dengan dinamika industri saat ini. Begitu pula dengan SMK NU Banat dan PGRI 2. Ketiganya membuktikan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan talenta kreatif yang berdaya saing tinggi, tidak hanya untuk pasar domestik, tapi juga di lansekap ekonomi kreatif global,” ujar Menteri Ekonomi Kreatif.
Secara keseluruhan, sektor ekonomi kreatif berhasil menyerap 24,98 juta tenaga kerja pada 2023, dimana subsektor Film, Animasi, dan Video mengalami peningkatan signifikan dalam penciptaan tenaga kerja, dengan pertumbuhan mencapai 62,25 persen pada 2023 dibanding tahun sebelumnya.
Bupati Kabupaten Kudus, Dr Ars Sam’ani Intakoris, menyambut baik kunjungan Menteri Ekraf dan menyampaikan apresiasinya atas perhatian terhadap penguatan potensi talenta kreatif di daerah. Ia menilai SMK di Kudus telah membuktikan kemampuannya dalam menghasilkan karya berstandar industri dan siap berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
“Kami bangga melihat bagaimana SMK di Kudus mampu menghasilkan karya berkualitas. Saya percaya potensi SDM ekonomi kreatif di Kudus akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam mendongkrak kontribusi sektor kreatif terhadap perekonomian nasional,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Rabu (21/5).