Rangkaian Harkitnas 2025, DPRD Salatiga ajak generasi muda dekat budaya
Dalam rangkaian Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2025 DPRD Kota Salatiga, Jawa Tengah menggelar talkshow dengan tema 'Melangit Dalam Karya Membumi Dalam Budaya', Kamis (22/5).

Elshinta.com - Dalam rangkaian Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2025 DPRD Kota Salatiga, Jawa Tengah menggelar talkshow dengan tema 'Melangit Dalam Karya Membumi Dalam Budaya', Kamis (22/5). Dalam acara itu mengemuka Kota Salatiga, Jawa Tengah berperan dalam sejarah dan budaya terbentuknya istana-istana setelah Kerajaan Mataram Islam dipecah oleh VOC Belanda menjadi tiga bagian lewat Perjanjian Salatiga 1577.
Kanjeng Pangeran J. Eri Ratmoko Dwijoanggoro, dari perwakilan Pura Mangkunegaran Surakarta mengatakan, Perjanjian Salatiga merupakan upaya pecah belah oleh Belanda namun diterima semua pihak. Sementara terkait tema "Melangit Dalam Karya Membumi Dalam Budaya" Kanjeng Pangeran J. Eri Retmoko Dwijoanggoro mengajak Salatiga untuk terus menggali potensi budaya seperti batik khas Salatiga dan lain-lain.
"Apa yang khas Salatiga baiknya dimunculkan lagi agar generasi muda mengenal budaya Salatiga," harapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Kamis (22/5).
Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit dalam sambutanya mengatakan, Salatiga memiliki warisan sejarah dan budaya yaitu Gedung Pakuwon yang menjadi tempat Perjanjian Salatiga.
Tekanan modernisasi kepada generasi muda lanjutnya menjadi tantangan tersendiri.
"Harus ada rumusan budaya untuk generasi muda agar generasi muda tidak buta akan budaya dan bisa dekat dengan budaya. Pendekatan budaya lewat kegiatan seperti saat ini diharapkan menjadi upaya pendekatan budaya yang bisa merekatkan Salatiga sebagai kota toleransi, generasi muda harus itu," kata Dance.