Akhir Mei UB kukuhkan lima profesor lintas ilmu
Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur kembali mengukuhkan lima profesor lintas Ilmu di akhir Mei 2025.

Elshinta.com - Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur kembali mengukuhkan lima profesor lintas Ilmu di akhir Mei 2025. Ke lima Profesor tersebut masing-masing; Prof.Dwi Budi Santoso SE.,MS.,Ph.d (FEB); Prof.Nia Kurniawan S.Si.,M.P.,D.Sc (FMIPA); Prof.Dr.Ir Daduk Setyohadi,M.P (FPIK); Prof.Dr.Ir.Gatut Bintoro,M.Sc (FPIK) dan Profesor.Dr.Eng.Masruroh,S.Si., M.Si (FMIPA).
Prof.Dr.Eng Masruroh,S.Si.,M.Si dikukuhkan sebagai Profesor dalam bidang Ilmu Material dan Permukaan pada Fakultas Matematika dan IPA yang merupakan Profesor aktif ke 31 di FMIPA dan Profesor aktif ke 255 di UB serta jadi Profesor ke 433 dari seluruh Profesor yang dihasilkan oleh UB.
Dalam pidato pengukuhan mengambil tema Latifa dalam aplikasi sensor kesehatan dan lingkungan, Masruroh mengatakan, "Tehnologi lapisan tipis memiliki aplikasi yang luas dalam bidang kesehatan dan lingkungan dimana untuk sensor diagnosis bioareosol,”.
Prof.Dr.Ir Gatut Bintoro, M.Sc sebagai Profesor bidang Ilmu Management Sumber Daya Perikanan tangkap dari Fakultas Perikanan dan Kelautan dan merupakan Profesor aktif ke 28 di FPIK dan Profesor Aktif ke 254 di UB dan menjadi Profesor ke 432 dari seluruh Profesor yang dihasilkan UB.
Pada pidato pengukuhan berteman Press UB model manajemen sumber daya perikanan tangkap berkelanjutan berbasis ramah ekologi, ekonomi dan sosial, mengatakan "dengan potensi ikan yang luar biasa, hingga saat ini tidak ada sistem kuota penangkapan ikan yang memicu berbagai masalah perikanan termasuk alat tangkap,”.
Menurutnya, Press UB berbasis pada tiga pilar ekologi, ekonomi dan sosial.
"Tentu saja semua itu tidak lepas dari tantangan besar khususnya dalam hal koordinasi antara semua pihak yang berkaitan dengan perikanan,” tandasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, AH Sugiharto, Jumat (23/5).
Prof.Dr.Ir Daduk Setyohadi,M.P dikukuhkan dalam bidang ilmu dinamokapopulasi ikan pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, merupakan Profesor aktif ke 27, Profesor Aktif ke 253 serta Profesor ke 431 dari seluruh Profesor yang dihasilkan UB.
Dalam pidato pengukuhannya menyampaikan pidato ilimiahnya berteman Tehnologi Sertifikasi Perikanan Lemuru Berkelanjutan di Pulau Bali (TSPLB-UB). ”Ini merupakan sistem sertifikasi lokal yang dirancang agar lebih sederhana, terukur dan cocok untuk kondisi Indonesia,” kata Daduk.
"Dengan kondisi data perikanan Indonesia yang tersedia saat ini, tehnologi sertifikasi TSPLB-UB sangat memungkinkan untuk dikembangkan dan diaplikasikan pada perikanan tangkap di Indonesia," tandasnya.
Prof.Dwi Budi Santoso,SE.,MS.,Ph.d merupakan Profesor dalam bidang ekonomi regional dalam bidang ekonomi regional di FEB menjadi Profesor aktif ke 251 di UB serta Profesor ke 429 dari seluruh Profesor yang dihasilkan UB.
Dalam pidato pengukuhan bertema mengembangkan model pemetaan klub konvergensi ganda yang diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif bagi perencanaan daerah untuk menyusun kebijakan percepatan pertumbuhan ekonomi berdasarkan karakteristik dinamika pendapatan dan investasi perkapita.
Prof. Nia Kurniawan S.Si., M.P., D.Sc dikukuhkan sebagai Profesor dalam bidang Taksonomi Vertebrata pada fakultas matematika dan IPA yang merupakan Profesor ke 33 di MIPA , Profesor aktif ke 252 diUB dan jadi Profesor ke 430 yang dihasilkan UB.
Pada pidato pengukuhannya tersebut mengembangkan model. TAXVERTREE yang menawarkan keunggulan sebagai keunggulan sebagai pendekatan integratif yang menggabungkan identifikasi morfologi, verifikasi genetik,dan analisis evolusioner melalui pohon filogenetik.
"Dengan teknologi ini maka dapat diketahui berdasarkan DNA dapat diketahui asal ular tersebut apalagi kulit ular yang dibuat berbagai keperluan seperti tas dan lain sebagainya yang jadi pertanyaan begitu Indonesia melarang jual beli kulit ular justru Singapura mengklaim sebagai produsen tas dan darimana berasal karena Singapura tidak punya hutan," ringkasnya.