Top
Begin typing your search above and press return to search.

Antisipasi karhula, Menteri LH cek kesiapan personil dan peralatan di Sumsel

Menteri Lingkungan Hidup  (LH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera bagian Selatan.

Antisipasi karhula, Menteri LH cek kesiapan personil dan peralatan di Sumsel
X
laporan kontributor Adi Asmara

Elshinta.com - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera bagian Selatan.


“Ini merupakan tindak lanjut dari Rakernas. Kita sama-sama berkomitmen untuk melakukan tinjauan lapangan guna meyakinkan kesiapan penanganan karhutla, terutama pada wilayah konsesi,” ujar Menteri Hanif dalam sambutannya pada kegiatan Konsolidasi Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Pengendalian Kebakaran Lahan di PT Sawit Mas Sejahtera - Sumsel, Kabupaten Banyuasin, sabtu (24/05).

Menteri Hanif mengingatkan seluruh pihak, khususnya pelaku usaha kehutanan dan perkebunan, untuk segera melaporkan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla.


“Beberapa hari yang lalu kami telah mengirimkan surat kepada seluruh pemegang konsesi, baik di bawah naungan GAPKI maupun non-GAPKI, serta seluruh pemegang izin berusaha di bidang kehutanan untuk menyampaikan laporan kesiapan kepada kami, Menteri LH, serta Menteri Pertanian,” jelasnya.


Laporan tersebut mencakup kesiapan sumber daya manusia, organisasi, peralatan, dan pendanaan. Menteri Hanif memberi tenggat waktu dua minggu sejak diterimanya surat tersebut. Bila tidak ada laporan dalam batas waktu yang ditentukan, pemerintah akan mengambil langkah tegas.


“Jika dalam dua minggu tidak ada laporan, kami akan memberikan paksaan pemerintah untuk memastikan pelaporan dilakukan, sesuai dengan ketentuan dalam peraturan Menteri LH maupun Menteri Pertanian,” tegasnya.


Dalam kesempatan itu, Menteri Hanif juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang telah mewajibkan pelaporan rutin kesiapsiagaan karhutla di daerahnya. Namun demikian, ia menekankan perlunya evaluasi lapangan untuk memastikan pelaporan yang disampaikan sesuai dengan kondisi di lapangan.


“Kami akan segera mengirimkan surat kepada Gubernur Sumatera Selatan untuk meminta dukungan dalam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan SDM, peralatan, dan pendanaan, baik dari instansi pemerintah maupun pihak usaha,” tambah Menteri Hanif.


Penanganan karhutla menjadi perhatian utama pemerintah, tidak hanya karena dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan, tetapi juga kontribusinya terhadap emisi gas rumah kaca nasional. Indonesia diketahui memiliki luas lahan gambut terbesar kedua di dunia, yang berpotensi menjadi sumber emisi signifikan jika tidak dikelola dengan baik.


Pada kunjungan di Kabupaten Banyuasin dilokasi Apel di lapangan PT SMS, Menteri juga langsung cek kendaraan pemadam, serta berinteraksi kepada personil pemadam kebakaran hutan dan lahan untuk memastikan kesiapan menyeluruh.


“Kita semua perlu bekerja keras dan bersinergi agar penanggulangan karhutla di wilayah Sumsel dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan,” pungkasnya. (adi)

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire