Top
Begin typing your search above and press return to search.

Suhu panas jemaah diingatkan tidak keluar tenda wukuf Arafah

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief, mengimbau jemaah haji Indonesia untuk tidak keluar tenda tanpa keperluan mendesak saat wukuf di Arafah. Imbauan ini disampaikan menyusul prediksi suhu tinggi yang diperkirakan terjadi di kawasan tersebut pada puncak haji 2025.

Suhu panas jemaah diingatkan tidak keluar tenda wukuf Arafah
X
Jemaah calon haji Indonesia tiba di Makkah, Sabtu (17/5/2025). Foto: MCH Kemenag RI

Elshinta.com - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief, mengimbau jemaah haji Indonesia untuk tidak keluar tenda tanpa keperluan mendesak saat wukuf di Arafah. Imbauan ini disampaikan menyusul prediksi suhu tinggi yang diperkirakan terjadi di kawasan tersebut pada puncak haji 2025.

"Kami mendapatkan pesan dari Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia, bahwa pada saat puncak haji nanti panasnya masih tinggi, bahkan lebih tinggi dari pada hari ini," ujar Hilman saat melakukan peninjauan fasilitas haji di Arafah dan Mina, Arab Saudi, Senin (26/5/2025).

Karena itu, ia meminta agar jemaah tetap berada di dalam tenda selama wukuf di Arafah untuk menghindari risiko heatstroke. "Yang pertama dijaga, jemaah tidak keluar tenda tanpa ada kebutuhan khusus, karena memang kita harapkan jemaah bisa terhindar dari heatstroke, serangan panas, berbahaya," tegasnya.

Hilman juga meninjau langsung kesiapan fasilitas tenda di Arafah dan Mina. Ia menyebutkan bahwa berbagai sarana penunjang, seperti kasur, pendingin udara (AC), air, dan toilet sudah tersedia. "Kami juga meminta kepada pimpinan syarikat untuk memastikan itu. Dari sekian ribu tenda, harus dipastikan tidak ada yang bermasalah, terutama untuk tenda, untuk air conditioner, untuk pendinginnya, maupun untuk fasilitas sanitasi," ujarnya.

Terkait fasilitas, Hilman menyebutkan adanya peningkatan layanan di sejumlah lokasi. Namun, untuk upgrade tertentu masih dirahasiakan oleh pihak penyedia layanan. "Untuk layanan sehari-hari jamaah, dari mulai es krim, es drink, sampai macam-macam lah, kita belum tahu, mereka masih merahasiakan," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penataan pergerakan jemaah selama fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Hilman memastikan bahwa skema murur dan tanazul akan dilaksanakan sesuai rencana, dengan pengaturan berbasis perusahaan penyelenggara layanan (syarikat).

"Karena nanti mereka lah yang bertanggung jawab melayani jamaah dari mulai berangkat dari hotel ke Arafah, ke Musdalifah, di Mina, yang Murur, yang Tanazul, sampai Nafar Awal, Nafar Sani, pulang ke hotel masing-masing," jelasnya.

Kementerian Agama juga telah berkoordinasi dengan syarikat untuk mengakomodasi jemaah yang anggota keluarganya terpisah akibat pembagian maktab. "Ini yang kita sampaikan datanya kepada perusahaan-perusahaan yang di sini agar bisa diakomodir dan mendapatkan keselanjutnya," ujarnya.

Menurut Hilman, kolaborasi dengan mitra layanan haji di Saudi menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah Indonesia. "Insya Allah komitmennya terus dibangun dan bisa terus konsisten sampai hasil layanan," pungkasnya. (Rap/Ter/MCH)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire