1,2 juta porsi makanan bagi jemaah Indonesia di puncak haji
Sebanyak 1,2 juta lebih porsi makanan disiapkan untuk jemaah calon haji Indonesia selama fase puncak haji tahun 2025. Makanan ini dikemas dalam bentuk siap santap, bergizi, dan bercita rasa Nusantara agar tetap memenuhi kebutuhan gizi jamaah di tengah keterbatasan layanan katering selama fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
.jpeg)
Elshinta.com - Sebanyak 1,2 juta lebih porsi makanan disiapkan untuk jemaah calon haji Indonesia selama fase puncak haji tahun 2025. Makanan ini dikemas dalam bentuk siap santap, bergizi, dan bercita rasa Nusantara agar tetap memenuhi kebutuhan gizi jemaah di tengah keterbatasan layanan katering selama fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Direktur BPKH Limited, Imam Nikmatullah, menjelaskan bahwa makanan siap saji tersebut merupakan hasil kerja sama produksi antara Indonesia dan Arab Saudi. “Lauknya diproses di Indonesia menggunakan teknologi tinggi, sedangkan nasi dan proses repackaging dilakukan di Arab Saudi, tepatnya di pabrik Manaf milik penyedia layanan Masyariq,” kata Imam dalam keterangannya di Mekah, Senin (26/5/2025).
Menurutnya, lauk yang disiapkan terdiri atas enam jenis, di antaranya rendang ayam, rendang daging, dan opor ayam. Semua lauk ini telah dikirim dari Indonesia dan akan dikonsumsi jamaah pada tanggal 7, 8, dan 13 Zulhijah.
“Pada tanggal 7 Zulhijah, jemaah akan mendapat makanan lengkap—pagi, siang, dan malam. Lalu tanggal 8 hanya sarapan sebelum berangkat ke Arafah. Sementara pada 13 Zulhijah, makanan disajikan untuk makan siang dan malam setelah kembali dari Mina,” ujarnya.
Setiap jemaah akan menerima satu kardus berisi enam porsi makanan, terdiri dari dua porsi sarapan serta empat porsi makan siang dan malam. Imam menyebut makanan ini dikemas dengan sistem bertekanan tinggi dan temperatur tinggi sehingga aman dikonsumsi hingga 18 bulan tanpa perlu dipanaskan kembali.
Meski demikian, untuk menambah kenikmatan, jamaah disarankan merendam kemasan nasi dalam air panas selama 5–10 menit. “Lauk tidak perlu dipanaskan. Tinggal dicampur saja dengan nasi yang sudah hangat,” tambahnya.
Imam juga mengimbau agar makanan segera dikonsumsi setelah kemasan dibuka. “Tidak dianjurkan menyisakan atau menyimpan untuk dimakan nanti. Karena itu, kami pastikan satu kemasan hanya untuk sekali makan,” katanya.
Total ada 203.320 jamaah yang akan menerima makanan siap saji tersebut, yang akan disebar ke 205 hotel di seluruh wilayah Mekah. Imam berharap program ini dapat membantu menjaga kesehatan dan kenyamanan jamaah haji Indonesia di tengah padatnya rangkaian ibadah haji.
“Insya Allah kandungan karbohidrat dan protein dalam makanan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi jamaah selama masa puncak haji,” ujarnya.
Penulis: Rama Pamungkas/Ter/MCHKemenag