Top
Begin typing your search above and press return to search.

FKH UB kenalkan metode antemortem dan postmortem pada pengurus masjid 

Penyembelih hewan kurban menjadi kewajiban apalagi jelang Idul Adha namun masih perlu adanya edukasi terkait teknik penyembelihan hewan kurban.

FKH UB kenalkan metode antemortem dan postmortem pada pengurus masjid 
X
Sumber foto: AH Sugiharto/elshinta.com.

Elshinta.com - Penyembelih hewan kurban menjadi kewajiban apalagi jelang Idul Adha namun masih perlu adanya edukasi terkait teknik penyembelihan hewan kurban.

“Karena itulah Divisi Informasi dan Kehumasan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) mengadakan kegiatan Bincang dan Obrolan Santai Bersama Pakar Universitas Brawijaya (BONSAI LB). bertema: Penyembelihan yang Asuh,” kata Kepala Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan drh Widi Nugroho. PhD, Rabu (28/5).

Dalam agenda tersebut pihaknya juga berkolaborasi dengan beberapa pihak melakukan pengabdian masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha melalui pemeriksaan hewan kurban dan edukasi kepada masyarakat terkait dengan teknik penyembelihan hewan.

“Sasaran kita adalah edukasi di masjid-masjid yang ada di Kota Malang dengan membuat model penyelenggaraan dan model penyembelihan yang higienis. Hal ini dilakukan dengan introduksi penggunaan meja, boks untuk menyimpan daging dan penggunaan grinder. Sehingga manajemen kurban dapat menjadi higienis dan ihsan,“ katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, AH Sugiharto.

Pada acara tersebut FKH juga mengenalkan pemeriksaan hewan sebelum disembelih (antemortem) juga diperlukan untuk mengetahui kesehatan hewan kurban, sehingga jika sakit maka dapat segera diobati.

“Dalam praktiknya, terdapat kesulitan untuk menentukan disposisi jeroaan apakah aman untuk dikonsumsi atau tidak. Maka terdapat teknik untuk membedakan jeroan yang aman dikonsumsi atau perlu diolah lebih lanjut (postmortem),” jelasnya.

Prinsip penyembelihan hewan secara scientific juga harus memberikan rasa sakit paling minimal terhadap hewan kurban dan secepat-cepatnya (animal welfare) sehingga sesuai dengan perintah agama Islam.

"Penyembelihan yang tidak tepat dapat menyebabkan kesakitan hewan kurban lebih lama. Kasus seperti hanya satu pembuluh darah hewan kurban yang terputus atau pembuluh darah hewan kurban tersumbat menjadi masalah yang sering dijumpai. Hal tersebut dapat diatasi dengan teknik resirain dan penyembelihan yang tepat,“ jelasnya.

Sementara itu Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya Malang,drh. Dyah Ayu Oktavianie A.P, M. iotech mengapresiasi upaya yang dilakukan FKH UB dengan mengundang Dewan Masjid Indonesia (DMI).

"Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin apalagi ini sebagai panggilan dari dokter hewan dimana ada pengabdian pada hewan dan pada perayaan Idul Adha merupakan hari raya dokter hewan dimana tugasnya mengamankan dan memastikan kesehatan hewan dan daging kurban," katanya.

Berkaitan dengan kondisi saat ini tantangan di bidang kesehatan hewan masih ada seperti PMK. "Dan penyembelih hewan kurban itu aman tanpa pemeriksaan dokter hewan dan pemeriksaan tersebut sangat perlu," tandasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire