Visa haji reguler hampir tuntas 100 persen
Kementerian Agama (Kemenag) memastikan proses penerbitan visa haji reguler tahun 2025 hampir swluruhnya selesai. Hingga Selasa, (28/5/2025), sebanyak 203.279 visa reguler telah diterbitkan dari total 203.320 dokumen visa reguler yang diajukan ke otoritas Arab Saudi.
.jpeg)
Elshinta.com - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan proses penerbitan visa haji reguler tahun 2025 hampir swluruhnya selesai. Hingga Selasa, (28/5/2025), sebanyak 203.279 visa reguler telah diterbitkan dari total 203.320 dokumen visa reguler yang diajukan ke otoritas Arab Saudi.
Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag, Muhammad Zain, saat ditemui di Makkah menyebutkan bahwa saat ini hanya tersisa 41 dokumen visa yang masih berstatus “new” dalam sistem Electronic Hajj milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
“Alhamdulillah, hari ini visa yang sudah terbit mencapai 99,98 persen. Tinggal 41 yang sedang proses,” kata Zain, di Makkah, Arab Saudi, Selasa, (28/5/2025).
Zain menjelaskan, sisa dokumen yang masih diproses itu berkaitan dengan mekanisme “batal ganti visa”. Mekanisme ini memungkinkan jamaah pengganti diberangkatkan jika ada calon jamaah yang berhalangan hadir karena sakit atau alasan syar’i.
“Selama proses ini, Kementerian Haji Saudi menyediakan menu khusus dalam e-Hajj untuk ‘batal ganti visa’. Sampai saat ini, ada 1.450 proses batal ganti yang sedang berlangsung,” ujarnya.
Kemenag menargetkan seluruh proses visa selesai sebelum selesainya keberangkatan haji dari Tanah Air ke Arab Saudi, pada 31 Mei 2025.
Meski menyisakan sedikit proses administratif, Zain memastikan tidak ada kendala berarti yang dapat menggagalkan keberangkatan jamaah. Ia juga mengimbau para jamaah dan petugas untuk tidak berspekulasi mengenai persoalan visa maupun layanan digital seperti Nusuk.
“Visa, Nusuk, semuanya sangat ketat pengawasannya. Bahkan kami sebagai petugas pun selalu diperiksa pihak keamanan Saudi jika berpindah lokasi,” katanya.
Sebagai informasi, Nusuk merupakan layanan digital yang digunakan selama pelaksanaan haji, termasuk untuk pelacakan jamaah dan identifikasi. Aplikasi ini terhubung langsung dengan data jamaah dan dapat membantu petugas jika ada jamaah yang tersasar atau kehilangan informasi lokasi.
Zain mengatakan, Pemerintah Arab Saudi saat ini gencar menerapkan transformasi menuju masyarakat digital dalam pelayanan haji, dan Indonesia menjadi salah satu negara yang aktif mendukung kebijakan tersebut. (MCH
Usai upacara penyambutan, kedua kepala negara menggelar pertemuan bilateral secara tertutup untuk membahas berbagai kerja sama strategis, mencerminkan semakin dalamnya hubungan antara Indonesia dan Prancis. (Rap/Ter/MCH)