Top
Begin typing your search above and press return to search.

Wamensos jaring aspirasi penerima manfaat melalui Public Hearing

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menghadiri dan mendengar langsung aspirasi dari penerima manfaat bantuan sosial dalam Public Hearing Gempita (Gerakan Milenial Pecinta Tanah Air) bersama Kantor Komunikasi Presiden pada Rabu (28/5/2025) di Jakarta.

Wamensos jaring aspirasi penerima manfaat melalui Public Hearing
X
Foto : Humas Kemensos RI

Elshinta.com - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menghadiri dan mendengar langsung aspirasi dari penerima manfaat bantuan sosial dalam Public Hearing Gempita (Gerakan Milenial Pecinta Tanah Air) bersama Kantor Komunikasi Presiden pada Rabu (28/5/2025) di Jakarta.

Public Hearing Gempita merupakan bagian dari rangkaian kegiatan "Double Check" sebagai giat rutin Gempita yang bekerja sama dengan Kantor Komunikasi Presiden untuk memfasilitasi masyarakat bertemu dengan wakil kebijakan.

Kegiatan yang bertajuk Negara Beri Bukti, Masyarakat Terima Hasil, Agus Jabo bertemu dengan 6 penerima manfaat yang menerima bantuan pemberdayaan usaha, bantuan PKH dan rehabilitasi.

Salah satu penerima manfaat disabilitas sensorik netra, Ahmad Habiballoh (41) menyampaikan kepada Agus Jabo bahwa melalui program rehabilitasi kini ia dapat hidup mandiri di tengah masyarakat. Sebelumnya, Abi sapaan akrabnya, mendapatkan rehabilitasi di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi. Kini ia berhasil menjadi instruktur refleksi di sana.

"Melalui Kemensos kami bangun kepercayaan diri kami, mandiri di tengah masyarakat, diberikan pelatihan bidang pijat massage, siatsu," kata Abi.

Menanggapi hal itu, Agus Jabo mengatakan bahwa memberikan perlindungan terhadap masyarakat rentan merupakan bagian dari tugas perlindungan sepanjang hayat. "Kemensos melakukan program-program intervensi dan atensi untuk membantu mereka yang berasal dari keluarga miskin," katanya.

Ia juga memaparkan saat ini Kemensos tengah meluruskan program bantuan. Menurutnya, tidak hanya memberikan perlindungan dan rehabilitasi sosial tetapi juga dengan memberikan pemberdayaan. Sehingga masyarakat yang masih produktif dan menerima bantuan sosial diberikan bantuan pemberdayaan agar mendapatkan penghasilan sendiri dan tidak tergantung kepada bantuan sosial dari pemerintah

"Kita ingin saudara-saudara kita yang kurang mampu, saudara-saudaranya kita yang miskin, bisa berdaya dan negara selalu hadir untuk bisa memberdayakan," ujarnya

Kepada peserta yang hadir, Agus jabo juga menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo. Pertama adalah terkait bansos yang harus tepat sasaran.

"Sekarang Indonesia sudah punya data tunggal sosial ekonomi nasional. Semua harus berangkat dari situ untuk menyusun program-programnya, supaya indikator-indikator pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem bisa kita lihat. Grafiknya bisa kita lihat juga peningkatannya. Dari data tunggal sosial ekonomi nasional itu, kita kemudian bisa tahu jumlah orang miskin di Indonesia berapa, alamat orang miskin di mana, profilnya seperti apa," kata Agus Jabo.

Pesan Presiden yang kedua adalah menurunkan angka kemiskinan Indonesia di bawah 5 persen tahun 2029. "Sekarang ini angka kemiskinan berada di 8,57 persen atau kalau dijiwakan sekitar 24 juta," tambahnya.

Tindak lanjut dari pengentasan dan penghapusan kemiskinan telah diamanatkan presiden melalui Inpres No. 8 tahun 2025. Di situ hampir semua Kementerian mendapatkan tugas, termasuk Pemprov dan Pemkot/Pemkab. "Tugas Kemensos adalah memutakhirkan data, data tunggal sosial ekonomi nasional itu supaya para penerima manfaat bansos tepat sasaran," ujar Agus Jabo.

Selanjutnya pesan Presiden adalah membangun Sekolah Rakyat. Bersinergi dengan K/L lain Kemensos membangun Satgas dan bulan Juli nanti akan dibuka dan diperuntukkan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memotong transmisi kemiskinan.

"Dan kita ingin siswa-siswa dari keluarga miskin ini kemudian disambil mereka cerdas, punya ilmu, mereka punya karakter. Karakter kebangsaan, karakter keagamaan, karakter sosial, dan mereka juga punya masa depan yang cerah," katanya.

Ia menambahkan, Presiden disamping menargetkan memutus transmisi kemiskinan lewat sekolah rakyat juga ingin memuliakan orang-orang miskin yang ada di Indonesia. "Kita dukung apa yang diprogramkan oleh Presiden dan Wakil Presiden hanya dengan bersinergi, bergotong-royong antara pemerintah dengan swasta, antara pemerintah dengan rakyat," tuturnya.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Hasbi berharap melalui kegiatan ini para menteri atau wakil menteri bisa menjelaskan apa yang sudah dilakukan saat ini dan apa yang dilakukan setelah ini agar selalu ada komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.

"Kami dari PCO sekedar memfasilitasi, penerima manfaat bertemu dengan wakil kebijakan. Dari sana bisa timbul dialog umpan balik, feedback. Kalau ada yang belum maksimal, masih kurang bisa diperbaiki," katanya.

Sejalan dengan Hasan Nasbi, Alfonso Ferry Pahotan selaku Ketua Umum Gempita menyatakan kegiatan Public Hearing akan dilakukan secara berkala.

"Melalui ini bisa menebar info yang benar muaranya, agar tidak menjadi masyarakat yang gagal paham," ujar Alfonso.

Turut hadir dan mendengar aspirasi dari penerima program di antaranya Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dan Wakil Menteri Pendidikan Fajar Riza Ul Haq.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire