Top
Begin typing your search above and press return to search.

Jemaah haji khusyuk salat Jumat di hotel patuhi imbauan PPIH

 Suasana tenang dan khidmat terasa di berbagai hotel jemaah haji Indonesia di Makkah, Jumat (30/5/2025), saat ribuan jemaah melaksanakan salat Jumat berjemaah di musala hotel masing-masing. Imbauan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) agar jemaah tidak menuju Masjidil Haram pun direspons dengan kepatuhan.

Jemaah haji khusyuk salat Jumat di hotel patuhi imbauan PPIH
X
Pantauan di Hotel 502, kawasan Misfalah, menunjukkan antusiasme jemaah sejak pukul 11.00 waktu Arab Saudi. Mushola hotel dipadati jemaah yang datang lebih awal. Foto: MCH

Elshinta.com - Suasana tenang dan khidmat terasa di berbagai hotel jemaah haji Indonesia di Makkah, Jumat (30/5/2025), saat ribuan jemaah melaksanakan salat Jumat berjemaah di musala hotel masing-masing. Imbauan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) agar jemaah tidak menuju Masjidil Haram pun direspons dengan kepatuhan.

Pantauan di Hotel 502, kawasan Misfalah, menunjukkan antusiasme jemaah sejak pukul 11.00 waktu Arab Saudi. Mushola hotel dipadati jemaah yang datang lebih awal. Sebagian membaca Al-Qur’an, ada pula yang menengadahkan tangan berdoa, menanti azan dikumandangkan. Salat Jumat baru dimulai sekitar pukul 12.16 waktu setempat.

Imbauan petugas di respon positif agar jemaah sholat Jumat di penginapannya masing-masing.

"Menurut saya imbauan petugas itu baik ya, karena puncak haji kan memang butuh energi yang besar, dan pasti petugas sudah membuat perhitungan matang, agar jemaah Sholat Jumat di hotel, apalagi jemaah kita banyak yang orang tua," ujar jemaah calon haji, M. Ikbal, dari kloter 11, Cilacap, Jawa Tengah.

Senada dengan Ikbal, Bambang, jemaah lainnya, kloter 76, asal Klaten, Jawa Tengah, juga memilih sholat Jumat menyusul imbauan PPIH. "Saya kan pagi ada pertemuan, diimbau untuk tidak banyak keluar. Selain itu kan bus sholawat juga tidak beroperasi, Insyaallah tetap bisa khusyuk," katanya.

Khotib dalam khutbahnya mengingatkan pentingnya bersyukur atas kesempatan berhaji yang tidak semua orang bisa rasakan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekhusyukan ibadah dan menaati imbauan petugas maupun otoritas Arab Saudi, demi meraih kemabruran haji.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Pemerintah Arab Saudi kembali menerapkan pengaturan lalu lintas dan pembatasan akses ke terminal bus shalawat menuju Masjidil Haram. Layanan bus hanya tersedia hingga pukul 08.30 pagi, lalu baru beroperasi kembali setelah salat ashar. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi kepadatan dan menjaga ketertiban menjelang salat Jumat terakhir sebelum puncak haji.

Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Mujib Roni, menyampaikan bahwa pembatasan ini juga menjadi pertimbangan untuk menjaga stamina jemaah. Mengingat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) akan segera tiba pada Kamis, 5 Juni mendatang.

“Ketika ada pembatasan ini, dikhawatirkan juga bisa mengganggu kesehatan dan kebugaran jemaah. Karena itu, kami imbau agar aktivitas ibadah dilakukan di hotel,” ujarnya sehari sebelumnya.

Kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi perlindungan jemaah, terutama bagi lanjut usia dan mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi. Meski demikian, jemaah tetap bisa beribadah dengan tenang, tanpa mengurangi nilai ibadah Jumatnya. (Rap/Ter/MCH)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire