Main ke toko 'flagship' Mixue di Henan
Gerai 'Mixue' yang dibaca 'mi shweh' mudah dikenali di seantero kota-kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, terlebih dengan maskot boneka salju warna putih dengan senyum lebar, mengenakan mahkota, mantel merah dan memegang tongkat es krim.

Elshinta.com - Gerai "Mixue" yang dibaca "mi shweh" mudah dikenali di seantero kota-kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, terlebih dengan maskot boneka salju warna putih dengan senyum lebar, mengenakan mahkota, mantel merah dan memegang tongkat es krim.
Mixue mulai menjamur di Indonesia pada 2020 sebagai salah satu waralaba yang menyuguhkan es krim lembut rasa vanila seharga Rp8.000 dan "boba mi-shake" dengan cukup membayar Rp16.000.
Harga tersebut sebenarnya lebih "mahal" dibanding membeli produk di gerai aslinya yaitu di China karena harga es krim "Mixue" di China hanya 2 yuan (sekitar Rp4.600) dan harga "boba milk tea" adalah 6 yuan (sekitar Rp13.800), yang menjadikannya favorit di kalangan pelajar dan konsumen yang ingin berhemat.
Di kota asalnya, yaitu Zhengzhou, provinsi Henan, China, Mixue juga punya toko "flagship" alias gerai unggulan.
Gerai unggulan Mixue berada tepat di samping kantor pusat Mixue Bingcheng (蜜雪冰城) yang merupakan nama resmi Mixue yang berarti kota es yang manis dan bersalju.
Lokasinya berada di persimpangan antara "Science Avenue" dan "Jinsuo Road" di "High Tech Zone", kota Zhengzhou, ibu kota provinsi Henan China.
Saat ini Mixue baru punya satu "flagship store" di seluruh dunia meski nantinya akan memperbanyak toko sejenis khususnya di kota-kota besar di China seperti Beijing dan Shanghai.
Toko tersebut punya dua lantai. Lantai pertama menyajikan berbagai minuman dan es krim yang tidak tersedia di gerai-gerai Mixue lainnya seperti kopi mangga, cokelat panas khusus dengan lapisan atas panas dan es di bawahnya hingga 8 varian kopi edisi terbatas yang hanya tersedia di toko tersebut.
Suasana toko jelas berbeda dengan toko "Mixue" biasa yang jarang menyediakan kursi karena sebagian besar adalah toko untuk membawa pulang minuman, bukan untuk dinikmati di tempat, tapi di "flagship store" ini pengunjung disediakan kursi untuk menikmati minuman atau es krim kesukaan mereka, bahkan di bagian luar toko.
Namun produk paling laris tetap teh susu seharga 6 RMB (sekitar Rp13.800) dan air lemon senilai 4 RMB (sekitar Rp9.200). Salah satu humas perusahaan bahkan menyebut pada 2024 lalu, Mixue dapat menjual 1 miliar air lemon secara global.
Sementara lantai dua khusus menjual cinderamata seperti teh, berbagai mainan dengan wajah maskot Mixue, gantungan kunci, boneka hingga camilan masih dengan harga terjangjau yaitu dari 1 RMB hingga 69.9 RMB (sekitar Rp170.000).
Waralaba raksasa Mixue
Perusahaan Mixue didirikan oleh Zhang Hongchao pada 1997.
Saat berusia 21 tahun di kios kecil di kota Zhengzhou, Hongchao mulai menjajakan es serut dengan meminjam uang senilai 3.000 RMB dari neneknya.
Saat itu Hongchao masih menjadi mahasiswa di Henan Economics and Finance College (sekarang dikenal sebagai Henan University of Economics and Law).
Idenya untuk membuka toko es serut berawal ketika ia bekerja paruh waktu saat musim panas di satu kios minuman. Ia pun berpikir untuk membuat mesin es buatan sendiri dan menjual es serut, jajanan populer saat itu.
Toko pertama itu tidak berhasil, meski ia berjuang untuk menjual es serut selama musim dingin dan menjual jeruk untuk mendapat penghasilan tambahan.
Namun, dua tahun kemudian ia kembali mencoba membuka kios es serut kedua bernama Mixue Bingcheng dengan arti "istana salju yang manis".
Bisnisnya pun berkembang pesat saat ia mulai menjual es krim pada 2005 dan dilanjutkan dengan produk lain seperti "bubble tea", air lemon dan minuman kopi dengan harga yang sangat murah.
Adiknya Zhang Hongfu yang saat itu berusia 23 tahun bergabung pada 2007 untuk membuat standarisasi operasi dan manajemen. Hongfu saat ini menjabat sebagai CEO Mixue.
Mixue mulai menggunakan sistem waralaba mulai 2010 dan pada 2012 mendirikan pabrik untuk membuat bahan baku inti untuk 1,65 juta ton per tahun dengan nama Henan Daka Food Co., Ltd.
Hingga 31 Desember 2024, total gerai Mixue adalah 46.479 gerai dengan lebih 90 persen toko ada di China dan lebih dari 4.000 toko berada di 11 negara Asia lainnya seperti Vietnam, Indonesia, Jepang dan Korea Selatan yang menghasilkan produksi minuman sekitar 9 miliar gelas pada 2024.
Dari ribuan toko tersebut, 99,8 persen adalah waralaba, menjadikannya salah satu operator waralaba terbesar di China. Jumlah tersebut menurut Forbes melampaui 40.576 toko Starbucks, atau lebih dua kali lipat dari jumlah gerai Dunkin Donut maupun hampir dua kali lipat gerai Burger Kings.
Mixue mengatakan bahwa mereka mampu menjaga harga tetap rendah karena rantai pasokan menyeluruhnya mencakup semuanya mulai dari pengadaan dan produksi bahan hingga logistik, penelitian dan pengembangan, serta kontrol kualitas.
Bahan-bahan minuman Mixue sebanyak 60 persen diproduksi di China sedangkan sisanya diimpor dari 38 negara misalnya susu bubuk berasal dari Selandia Baru sedangkan biji kopi dari Brazil.
Mixue punya 27 gudang operasional yang beradai di 300 kota utama, 1.700 kota kabutapen dan 4.900 kota setingkat kecamatan di 31 provinsi di China dengan 90 persen pengiriman bahan baku mencapai toko tujuan dalam 12 jam. Hal itu mendukung penetrasinya di industri minuman, terlebih tidak ada biaya pengiriman untuk waralabanya di China.
Ada lima basis produksi utama Mixue yaitu di provinsi Henan, Hainan, Guangxi, Chongqing, dan Anhui yang terdiri dari pabrik bahan baku, penelitian hingga produksi mandiri.
Selain itu, sejak 2015, Mixue memiliki 260 pelatih profesional penuh waktu untuk memberikan pelatihan kepada pewaralaba dan toko mereka.
Mixue bahkan punya Sekolah Bisnis Mixue terletak di kabupaten Wen, kota Jiaozuo provinsi Henan seluas 60 ribu meter persegi dan dapat melatih pegawai hingga 1.500 orang per hari. Mixue kemudian membuat aplikasi "Mi Xue Business School" untuk menyediakan berbagai konten operasional lengkap secara daring dan luring bagi toko-toko.
Perusahaan itu juga punya 84 paten di China dan mengoperasikan pabriknya sendiri, menjual segala hal mulai dari peralatan dapur hingga bahan-bahan termasuk sirup, susu, teh, kopi, dan buah kepada para pewaralabanya sehingga hampir semua pendapatan dan labanya berasal dari penjualan peralatan dan bahan makanan tersebut.
Dengan bisnis besar tersebut, Mixue mengklaim memberikan lapangan pekerjaan bagi 785.000 orang dan hingga 27 Dsember 2024, sekitar 68 persen karyawan toko adalah perempuan sedangkan 37 persen pewaralaba adalah perempuan.
Selain merek Mixue, Zhang Hongchao dan Zhang Hongfu juga membuka gerai kopi Lucky Cup yang mulai dibuka pada 2017. Saat ini Lucky Cup punya 2.900 gerai.
Pada 2018, Mixue mulai memperkenalkan maskot mereka "Snow King" dan menayangkan video musik lagu tema Mixue "I Love You, You Love Me, Mixue Ice Cream & Tea,". Pada tahun yang sama, toko luar negeri pertama Mixue dibuka di Hanoi, Vietnam.
Mengenai bisnis di Indonesia, salah satu pejabat perusahaan Mixue Henn yang ditemui ANTARA mengatakan Indonesia adalah negara dengan populasi besar dan bertumbuhan ekonomi yang penuh potensi di Asia Tenggara.
"Pasar kami di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Kami bahkan berencana meluncurkan produk khusus yang disesuaikan dengan selera lokal," kata pejabat yang menolak untuk dicantumkan namanya tersebut kepada ANTARA Beijing di Zhengzhou pada Rabu (28/5).
Namun ia mengakui tantangan dalam bisnis Mixue di Indonesia.
"Karena Indonesia adalah negara kepulauan, kami sedang memperbaiki sistem rantai pasok untuk memastikan distribusi lancar di seluruh wilayah," ungkap dia.
Saat penawaran umum perdana (IPO) di bursa efek Hong Kong pada 3 Maret 2025 lalu, Mixue dapat menarik dana hingga 444 juta dolar AS (sekitar Rp7,234 triliun) Mixue sudah memulai proses penawaran awal pada 21 Februari 2025 dengan menawarkan 17,1 juta lembah saham pada harga 202,50 dolar HK per saham.
Dengan pendanaan tersebut, bukan tidak mungkin Mixue dapat makin memperluas jaringan waralabanya, bahkan ke luar Asia.