Razia balap liar, Polres Kudus angkut 129 sepeda motor dan 247 remaja
Polres Kudus Jawa Tengah menunjukkan ketegasan dalam menjaga ketertiban masyarakat dengan menggelar Operasi Cipta Kondisi razia balap liar di Jalan Ahmad Yani Kota Kudus pada Minggu (1/6) dini hari.

Elshinta.com - Polres Kudus Jawa Tengah menunjukkan ketegasan dalam menjaga ketertiban masyarakat dengan menggelar Operasi Cipta Kondisi razia balap liar di Jalan Ahmad Yani Kota Kudus pada Minggu (1/6) dini hari.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo memimpin langsung razia balap liar sebagai tindak lanjut dari banyaknya aduan masyarakat yang resah akibat maraknya aksi balap liar di malam hingga dini hari.
Hasil dari razia tersebut cukup mencengangkan. Sebanyak 129 unit sepeda motor berhasil diamankan, bersama 247 remaja yang berada di lokasi. Kelompok remaja tersebut berasal dari berbagai kecamatan di Kudus, bahkan beberapa di antaranya berasal dari luar daerah seperti Kabupaten Demak, Pati, Jepara, Boyolali, hingga Pekalongan.
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan respon cepat dari jajarannya atas beragam laporan serta keluhan masyarakat yang merasa terganggu dan terancam keselamatannya akibat aktivitas balap liar yang marak terjadi akhir-akhir ini.
“Ini bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, tapi sudah menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat. Tindakan tegas akan terus kami lakukan demi menjaga ketertiban di kota Kudus,” tegasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (2/6).
“Saya peringatkan, jangan lagi jadikan jalan umum sebagai arena balap. Kami akan rutin lakukan razia, dan pelanggar akan berhadapan dengan konsekuensi hukum,” imbuh Kapolres.
Adanya penindakan ini tidak hanya memberikan efek jera bagi para pelaku, tetapi juga menjadi pelajaran bersama tentang pentingnya pengawasan keluarga dan lingkungan terhadap aktivitas remaja.
“Kami tidak ingin sekadar menangkap, tapi mendidik. Namun kalau masih nekat, kami tak segan bertindak lebih tegas,” ungkap orang nomer satu di Polres Kudus ini.
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, ikut mendampingi proses penertiban. Tak sekadar menyaksikan, Bellinda bahkan turun tangan langsung mendata nama-nama remaja yang terjaring, untuk nantinya diteruskan ke sekolah masing-masing.
"Langkah ini diambil agar pihak sekolah bisa turut memberikan pembinaan kepada anak didiknya," ujar wabup.
Saat memberikan pengarahan Bellinda memberikan imbauan keras agar para generasi muda tidak terjebak dalam euforia negatif seperti balap liar, yang hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain.
“Kami tidak ingin generasi muda Kudus hancur karena salah pergaulan. Ini bukan hanya soal melanggar aturan, tapi juga soal tanggung jawab moral,” paparnya.
Bellinda meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas para pelaku aksi balap liar, terlebih apabila hal tersebut kembali terjadi setelah razia balap liar ini dilakukan.
"Apabila hal ini terjadi lagi, Saya tidak segan-segan meminta pihak berwenang untuk memberikan sanksi tegas terhadap pelaku balap liar. Tidak hanya sanksi pembinaan saja, sanksi yang lebih berat bisa diberikan kepada pelaku," tegasnya.
Menariknya, di balik deretan remaja yang terjaring, ada kisah menyentuh dari salah satu remaja bernama Udin (17). Ia mengaku kapok setelah diamankan dalam razia tersebut. Iamengungkapkan bahwa dirinya awalnya hanya diajak teman untuk ikut menonton balap liar, namun akhirnya ikut dalam aktivitas tersebut.
“Saya bilang ke orang tua mau ngerjain tugas sekolah, tapi malah diajak teman ikut balap. Saya nyesel, kapok. Enggak mau lagi ikut-ikutan,” ujar Udin dengan wajah tertunduk.
Sebagai bagian dari pembinaan, Minggu (1/6) , ratusan orang tua dari remaja yang terjaring razia dipanggil ke Polsek Kota Kudus. Para remaja diminta meminta maaf langsung kepada orang tua masing-masing, disaksikan oleh aparat kepolisian dan tokoh masyarakat setempat.
Suasana haru pun sempat menyelimuti ketika beberapa orang tua menitikkan air mata melihat anak-anak mereka harus duduk berhadapan dengan konsekuensi atas tindakan nekat mereka.