Pramana Experience Bali lesttarikan kuliner warisan budaya nusantara
Pramana Experience, grup manajemen perhotelan yang telah mengelola lebih dari 70 resort, hotel, vila, dan restoran di Bali dan berbagai destinasi unggulan lainnya selama lebih dari 12 tahun, dengan bangga mempersembahkan edisi kedua Rasayatra yaitu sebuah program kuliner naratif yang merayakan warisan budaya dan gastronomi Nusantara.

Elshinta.com - Pramana Experience, grup manajemen perhotelan yang telah mengelola lebih dari 70 resort, hotel, vila, dan restoran di Bali dan berbagai destinasi unggulan lainnya selama lebih dari 12 tahun, dengan bangga mempersembahkan edisi kedua Rasayatra yaitu sebuah program kuliner naratif yang merayakan warisan budaya dan gastronomi Nusantara.
Pada tahun ini, Rasayatra mengusung tema “Cita Rasa Majapahit: Perjalanan Melampaui Waktu”, menghidupkan kembali kebesaran kuliner dari salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara.
Melalui kurasi mendalam dan pendekatan naratif yang memadukan sejarah dan rasa, para tamu diajak untuk menyelami filosofi dan kekayaan kuliner dari masa keemasan Majapahit.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak sekadar memanjakan indera, namun juga menyentuh kesadaran historis—sebuah koneksi antara tamu, tradisi, dan waktu,” kata I Wayan Suarsa, CEO Pramana Experience, Minggu (1/6).
Peluncuran resmi Rasayatra digelar di Sanna Ubud A Pramana Experience, sebuah resor yang menggabungkan keanggunan arsitektur Majapahit dengan kenyamanan tropis modern. Acara dihadiri oleh pemangku kepentingan dari sektor pariwisata, tokoh budaya, mitra strategis, media nasional dan internasional.
Dalam suasana jamuan kerajaan yang sakral dan elegan, para tamu disuguhkan hidangan istimewa yang dipadukan dengan pertunjukan sendratari Tutur Tantri karya koreografi interpretatif yang terinspirasi dari kisah-kisah moral dalam budaya Jawa dan Bali, dibawakan oleh seniman dari Tegallalang dan sekitarnya.
Cilik Pamungkas selaku Corporate Assistant Director of Marketing sekaligus kurator Rasayatra menyampaikan bahwa rangkaian hidangan yang disajikan oleh Chef Perak adalah hasil dari kajian kuliner berbasis pustaka dan prasasti.
Menggunakan sumber primer seperti Negarakertagama untuk apa saja makanan yang ada di masa itu. Sumber sejaman seperti Prasasti Kudadu, Balawi, hingga Sukamerta adalah tentang Penetapan Sima, lalu untuk melihat apa saja hidangan yang ada pada Upacara Sima.
“Kami menggunakan data sekunder dari masa Jawa Kuno sebelumnya dan memperluas interpretasi rasa dan konteks sosialnya dengan menelaah masa setelahnya di Jawa dan Bali,” kata Cilik Pamungkas seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Purnomo, Senin (2/6).
Vinsensius Jemadu selaku Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan, Kemenparekraf RI, mengatakan bahwa Kolaborasi antara Kemenparekraf dan UN Tourism dalam menetapkan Ubud sebagai destinasi gastronomi dunia kini menemukan manifestasinya melalui Rasayatra.
“Program ini memperkuat posisi Ubud sebagai pusat kuliner berakar budaya dan sejalan dengan program strategis Kemenparekraf yang menjadikan gastronomi sebagai salah satu unggulan. Lebih dari 60% wisatawan datang ke Indonesia karena kekayaan budayadan inilah kekuatan utama kita,” kata Vinsensius Jemadu.
Sementara itu Gubernur Provinsi Bali, I Wayan Koster dalam pidato sambutannya mengatakan bahwa Rasayatra merupakan langkah nyata dalam pelestarian budaya, keberlanjutan, dan keramahtamahan yang berakar kuat pada filosofi Bali.
“Program ini selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebagai fondasi pembangunan semesta berencana menuju Bali Era Baru,” kata I Wayan Koster.
Lebih dari sekadar acara peluncuran, Rasayatra akan diselenggarakan secara serentak di 17 properti Pramana yang tersebar di berbagai destinasi mulai 31 Mei hingga 31 Agustus 2025.
Ini akan melibatkan lebih dari 200 pelaku UMKM dan petani local dan menjangkau 1.000 lebih penikmat dari 50 negara.
Melalui Rasayatra, Pramana Experience terus menapaki misinya membangun pengalaman pariwisata yang tidak hanya memikat, tetapi juga bermakna, mengangkat cita rasa masa lalu menjadi warisan masa depan.
Didirikan pada tahun 2013, Pramana Experience adalah grup manajemen perhotelan asal Bali yang dikenal melalui portofolio resor, hotel, dan vila dengan karakter kuat.
Berkomitmen pada nilai keaslian budaya, keberlanjutan, dan layanan penuh ketulusan, Pramana terus menghadirkan pengalaman yang tak hanya indah secara visual, tetapi juga bermakna secara emosional dan spiritual.
Seven Dreams adalah refleksi sempurna dari filosofi tersebut, sebuah tempat di mana para tamu bisa terkoneksi kembali dengan alam, budaya, dan diri mereka sendiri.