Program pembiayaan mikro perumahan, disambut antusias warga Majalengka
Ratusan warga Majalengka antusias menyambut kedatangan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yang melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Majalengka, Minggu (1/6).

Elshinta.com - Ratusan warga Majalengka antusias menyambut kedatangan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yang melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Majalengka, Minggu (1/6).
Kegembiraan warga Majalengka sangat beralasan. Pasalnya kehadiran Mentri PKP membawa angin segar karena Kementrian PKP telah meluncurkan program Pembiayaan Mikro Perumahan.
Program Pembiayaan Mikro Perumahan ini menjadi bagian dari strategi nasional guna mendukung program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam merealisasikan target pembangunan 3 juta rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sinergi Lembaga: SMF, BP Tapera, PNM, Bank BJB, dan Pemkab Majalengka
Peluncuran program ini juga merupakan kolaborasi lintas lembaga antara Kementerian PKP dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Persero, BP Tapera, Permodalan Nasional Madani (PNM), Bank BJB, dan Pemerintah Kabupaten Majalengka.
"Sinergitas dan kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas akses pembiayaan formal hingga ke masyarakat, yang bekerja di sektor informal, yang selama ini sulit menjangkau layanan perbankan," ujar Maruarar Sirait atau biasa disapa Bang Ara seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Rabu (4/6).
Pada kesempatan itu juga Menteri PKP Maruarar berdialog sambil menyerahkan secara simbolis kunci rumah pertama kepada masyarakat dari berbagai latar belakang. Seperti pengepul barang rongsokan, buruh pabrik, dan guru swasta.
Mereka semua telah memanfaatkan skema KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). "Di era Pak Presiden Prabowo Subianto, capaian KPR FLPP meningkat hingga 1.100 persen. Ini bukti bahwa sektor perumahan berjalan dengan baik, dan ini jelas memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Menteri PKP juga meminta instansi terkait baik itu PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Persero, BP Tapera, Permodalan Nasional Madani (PNM), Bank BJB, untuk terus berinovasi dalam menciptakan kebijakan pembiayaan yang cepat, ringan, aman dan tak berbelit belit.
"PNM kita saksikan tadi, itu akan mempercepat proses pencairan dana dalam dua hari, dengan bunga hanya 1,5 persen per bulan. Bank BJB pun sama akan membuat program baru, agar masyarakat tidak tergoda pinjaman ilegal dengan bunga tinggi," pungkasnya.
Pada acara tersebut selain dihadiri ratusan turut dihadiri Sekda Provinsi Jawa Barat, Herman Suyatman, Direktur Utama PT SMF, Ananta Wiyogo, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), Heru Pudyo Nugroho. Lalu, EVP Human Capital PT Permodalan Nasional Madani), Sasono Hantarto, Bupati Majalengka Eman Suherman, Wakil Bupati Majalengka Dena M Ramadhan, dan para pejabat di lingkungan Pemkab setempat.