Minggu, 19 Februari 2017

Kenali gejala pertumbuhan gigi pada anak

Minggu, 27 Desember 2015 04:25

Ayo berbagi!

Pertumbuhan pada tiap bayi tidak selalu sama. Ada bayi yang mengalami pertumbuhan lebih cepat dibanding bayi lain, termasuk pertumbuhan gigi. Meskipun demikian, gejala yang dialami relatif sama. Bila saatnya gigi susu tumbuh, ada beberapa gejala yang dapat dikenali. Di antaranya gusi terasa gatal sehingga si kecil sering memasukkan apapun ke dalam mulut. Gusi tempat tumbuh gigi pada bayi biasanya berwarna kemerahan. Ada beberapa anak yang mengalami demam tapi ada juga yang tidak.

Menurut drg. Ali Akbar Alam, pada usia bayi, pertumbuhan gigi biasanya diawali pada gigi depan rahang bawah, yaitu pada saat bayi berusia 6-8 bulan. Lalu diikuti dengan keempat gigi depan rahang atas. "Setelah itu, gigi susu tumbuh lengkap hingga anak berusia sekitar dua tahun atau lebih. Pada dasarnya tumbuh kembang gigi merupakan suatu fenomena alamiah bagi setiap individu dan sangat bervariasi. Tidak ada istilah normal dalam tumbuh kembang, tetapi yang ada hanya batas normal. Apabila terjadi pertumbuhan gigi yang terlambat pada anak, hal tersebut mungkin dipengaruhi oleh kondisi anak secara umum,"tuturnya saat ditemui Jitunews.com di Jakarta, baru-baru ini. 

Saat tumbuh gigi, terkadang bayi mengalami gejala demam, rewel hingga mengeluarkan air liur yang berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan bayi atau anak tidak mau makan. Bila bayi demam dapat diberikan obat penurun demam sesuai usianya. Obat dapat diberikan setiap enam jam selama anak masih mengalami demam. Untuk mengurangi gejala sakit, orangtua dapat melakukan pijatan lembut di atas rahang atau gusi. Hal ini mampu mengurangi gejala nyeri dan membuat anak menjadi lebih nyaman.

Gejala tersebut biasanya timbul pada awal tumbuh gigi. Setelah itu, pada keadaan tumbuh gigi selanjutnya gejala-gejala tersebut akan hilang. Bila anak rewel, orangtua dapat memberikan obat atas anjuran dokter. Biasanya obat yang diberikan selama satu atau tiga hari. Bila bayi sudah tak lagi rewel atau demam, pemberian obat dapat dihentikan.

"Hal yang perlu diingat adalah tumbuh gigi merupakan periode alamiah yang terjadi pada setiap anak. Sebagai orangtua atau ibu tidak perlu terlalu khawatir bila terdapat gejala akibat tumbuh gigi. Karena rasa nyeri tersebut akan menghilang dengan pemberian obat ataupun memberikan pijatan lembut pada rahang bayi,"ucapnya.

Anak yang sudah tumbuh gigi sempurna sebaiknya diwajibkan untuk menggosok gigi dua kali sehari. Waktu menggosok gigi bisa dilakukan setelah sarapan pagi dan sebelum tidur di malam hari. Karena, pada saat tidur, bakteri dalam mulut akan lebih berkembang dan merusak gigi. Kesehatan rongga mulut merupakan awal untuk mendapatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, menjaga kebersihan mulut sangat penting dilakukan dengan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali.

Menjaga kesehatan dan kebersihan gigi sangat dianjurkan untuk mencegah gigi berlubang. Selain akan membuat anak sulit makan atau mengunyah, gigi berlubang bisa memengaruhi kecerdasan anak meski tidak secara langsung. Tidak hanya memerhatikan masalah kebersihan gigi, sejak usia enam bulan sampai usia pra remaja, asupan makanan bergizi seimbang untuk seluruh pertumbuhan organ tubuh terutama pertumbuhan gigi juga harus diperhatikan. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar