DPD Hiswana Migas Sumsel pastikan BBM-LPG aman jelang Idul Adha
Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hiswana Migas Sumatera Selatan memastikan ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG di seluruh wilayah provinsi, termasuk daerah terpencil, dalam kondisi aman dan mencukupi.

Elshinta.com - Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hiswana Migas Sumatera Selatan memastikan ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG di seluruh wilayah provinsi, termasuk daerah terpencil, dalam kondisi aman dan mencukupi.
Ketua DPD Hiswana Migas Sumsel, Didik Cahyono, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) guna menjamin kelancaran distribusi energi kepada masyarakat selama periode hari besar keagamaan.
“Kami pastikan stok BBM dan LPG tersedia dengan baik di seluruh wilayah Sumatera Selatan, termasuk daerah-daerah yang memiliki akses distribusi menantang seperti perairan. Ini kami lakukan agar masyarakat dapat merayakan Iduladha dengan tenang dan nyaman,” ujar Didik, Kamis (5/6/2025).
Ia juga menambahkan, DPD Hiswana Migas Sumsel memberikan dukungan penuh terhadap seluruh kebijakan dan program strategis yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.
“Kami mendukung sepenuhnya kebijakan dan program Pertamina Patra Niaga Sumbagsel. Sinergi ini penting untuk menjaga distribusi energi yang merata dan berkeadilan, terlebih dalam menghadapi momen besar seperti Iduladha,” tambahnya.
Lebih lanjut, Didik mengimbau masyarakat agar membeli BBM dan Elpiji sesuai kebutuhan serta tidak melakukan penimbunan, karena stok telah dipastikan dalam kondisi mencukupi. Hiswana Migas bersama Pertamina juga akan terus memantau kondisi di lapangan untuk menjaga ketersediaan energi.
Sebelumnya, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, juga menegaskan bahwa Pertamina hadir untuk memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi selama momen Iduladha.
“Guna menghadapi potensi lonjakan permintaan, kami terus memantau kondisi di lapangan dan menyiapkan proyeksi kebutuhan masyarakat. Jika diperlukan, penyaluran BBM maupun LPG akan ditambah sesuai kebutuhan. Untuk produk subsidi dan penugasan, tentunya disesuaikan dengan kuota yang telah ditetapkan,” ujar Nikho.
Pertamina mencatat, rata-rata konsumsi harian BBM jenis Biosolar di wilayah Sumsel mencapai sekitar 1.653 kiloliter (KL), sedangkan Pertalite sekitar 2.022 KL per hari. Untuk Elpiji, konsumsi harian tercatat sekitar 895 metrik ton (MT).
Nikho juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, serta tetap membeli energi secara bijak dan sesuai kebutuhan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai kekhawatiran ini dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Adi Asmara, Kamis (5/6).
Terkait penyaluran LPG bersubsidi, Nikho menegaskan bahwa pembelian Elpiji 3 kilogram (kg) hanya dapat dilakukan oleh pengguna yang telah terdaftar.
“Kami mengajak masyarakat untuk segera melakukan pendaftaran dan pencocokan data NIK KTP dan KK ke pangkalan LPG terdekat. Hal ini penting agar dapat mengakses LPG bersubsidi di pangkalan resmi yang menjamin harga dan kualitas,” tutup Nikho.