Kamis, 23 November 2017

Cara terbaik berbagi ekuitas dengan co-founder

Senin, 21 Desember 2015 04:48

Perhatikan poin-poin berikut saat berbagi ekuitas dengan Co-Founder / Shutterstock Perhatikan poin-poin berikut saat berbagi ekuitas dengan Co-Founder / Shutterstock
Ayo berbagi!

Kendala ini kerap dihadapi oleh pendiri startup saat menentukan bagaimana pembagian ekuitas yang pas diberikan kepada Co-Founder. Dari beberapa tips yang ada, Michael Seibel dari Y Combinator mencatat belum ada tips yang benar-benar sesuai dengan kenyataan yang ada.

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa akhirnya seorang Founder memutuskan untuk memberikan ekuitas yang tidak sesuai dengan Co-Founder.

-Saya (Founder) yang memiliki ide awal dari perusahaan

-Saya (Founder) telah melakukan pekerjaan selama waktu yang cukup lama sebelumnya

-Kesepakatan ini bersifat mutual

-Saya (Founder) sudah melakukan pekerjaan sejak awal jauh sebelum Co-Founder saya datang

-Saya (Founder) jauh lebih berpengalaman dari Co-Founder

-Saya (Founder) telah melakukan penggalangan dana dengan nominal yang fantastis sebelum Co-Founder saya bergabung

Yang perlu ditegaskan disini adalah jika Anda sebagai Founder tidak bisa secara bijak memberikan jumlah ekuitas yang sesuai dan pas untuk Co-Founder Anda, artinya secara jelas Anda tidak percaya dengan kemampuan dan loyalitas dari Co-Founder.

Empat tips berikut ini, yang dirangkum DailySocial, bisa Anda jadikan acuan ketika waktunya untuk memberikan ekuitas kepada Co-Founder di perusahaan rintisan yang Anda miliki.

Dibutuhkan waktu 7 hingga 10 tahun membangun perusahaan yang hebat

Jumlah variasi yang terbilang kecil dalam waktu satu tahun pertama bukanlah menjadi patokan dari perbedaan ekuitas dalam nominal yang besar antara Founder dan Co-Founder untuk kurun waktu 2 hingga 10 tahun mendatang.

Baca selengkapnya di DailySocial

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar