Pemkab Bantul: Karnaval Takbir sebagai syiar positif bagi umat
Pemerintah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta berharap kegiatan karnaval takbir dalam rangkaian perayaan Idul Adha 1446 Hijriah yang digelar di beberapa wilayah kabupaten ini dapat menjadi syiar positif bagi umat beragama.
Kegiatan festival takbir keliling Idul Adha 1446 Hijriah di wilayah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (7/6/2025) malam. ANTARA/HO-Kominfo BantulElshinta.com - Pemerintah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta berharap kegiatan karnaval takbir dalam rangkaian perayaan Idul Adha 1446 Hijriah yang digelar di beberapa wilayah kabupaten ini dapat menjadi syiar positif bagi umat beragama.
"Karnaval takbir ini betul-betul luar biasa, dan semoga event ini membawa syiar yang positif khususnya bagi umat Islam Kabupaten Bantul," kata Wakil Bupati Aris Suharyanta saat menghadiri karnaval takbir di Kelurahan Jambidan, Kecamatan Banguntapan, Sabtu (7/6) malam.
Karnaval maupun festival takbir pada Idul Adha 1446 Hijriah di Bantul setidaknya digelar di beberapa titik sejak 5 Juni hingga 8 Juni 2025, seperti Festival Takbir keliling di Bangunjiwo Kasihan pada 5 Juni, Festival Takbir di Pleret pada 5 Juni, dan Festival Takbir di Sriharjo Imogiri pada 6 Juni.
Kemudian Festival Takbir keliling di Kelurahan Trimulyo Jetis pada 7 Juni, Karnaval Takbir IRM Jambidan Banguntapan pada 7 Juni, Syiar Gema Takbir di Piyungan pada 7 Juni, Festival Gema Takbir di Bambanglipuro pada 7 Juni, Festival Takbir di Trirenggo pada 7 Juni.
Selanjutnya Parade Takbir Karang Taruna Sultan Agung di lapangan Wonokromo Pleret pada 8 Juni, Festival Gema Takbir dan Ukhuwah di Kanggotan Pleret pada 8 Juni, serta Parade Takbir AMM Kasihan pada 8 Juni. Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, takbir termasuk takbir keliling tujuannya untuk mengagungkan Tuhan Yang Maha Esa terutama mengagungkan Tuhan pada pribadi masing masing.
"Jadi fokuslah ketika kita bertakbir menyampaikan Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar itu mengagungkan Tuhan pada diri kita masing-masing. Ini prinsipnya begitu," katanya.
Bupati Bantul juga mengajak masyarakat terutama umat Islam yang mengadakan kegiatan takbiran agar memiliki niat sebagai syiar Islam.
"Saya mengajak masyarakat mengagungkan Tuhan, membesarkan nama Tuhan, maka tentu saja tidak boleh mengacau apabila mabuk-mabukan, apalagi dengan suara yang mengganggu melalui pengeras suara dengan volume keras," katanya.
Bupati Bantul juga menyerukan kepada anak-anak muda dan remaja Bantul agar kembalilah kepada tujuan bertakbir tersebut apa.
"Bertakbir di masjid, mushola, rumah tidak kalah mulia, maka saya selaku Bupati menyerukan hal ini semata-mata mengembalikan tujuan bertakbir, tidak boleh ada yang mengganggu kenyamanan, keamanan masyarakat," katanya.




