Top
Begin typing your search above and press return to search.

Jemaah nafar awal diangkut 3 trip, Senin sweeping tenda

Pelaksanaan nafar awal jemaah haji Indonesia dimulai, Minggu (8/6/2025) bertepatan dengan 12 Dzulhijah. Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Harun Ar Rasyid, menyampaikan bahwa pergerakan jemaah dari Mina menuju Makkah dilakukan secara bertahap untuk menghindari kepadatan dan risiko akibat cuaca panas.

Jemaah nafar awal diangkut 3 trip, Senin sweeping tenda
X
Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Harun Ar Rasyid, di Mina, Minggu (8/6/2025). Foto: Rama Pamungkas

Elshinta.com - Pelaksanaan nafar awal jemaah haji Indonesia dimulai, Minggu (8/6/2025) bertepatan dengan 12 Dzulhijah. Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Harun Ar Rasyid, menyampaikan bahwa pergerakan jemaah dari Mina menuju Makkah dilakukan secara bertahap untuk menghindari kepadatan dan risiko akibat cuaca panas.

"Alhamdulillah, hari ini kita sudah mulai nafar awal ya. Tepat di tanggal 12 Zulhijah, 14 Juli Minggu ya. Tadi kita mulai di 07, sudah mulai persiapan," ujar Harun saat diwawancarai di kawasan Jamarat, Mina, Minggu (8/6/2025).

Menurut Harun, proses pemulangan jemaah dilakukan dalam tiga trip. Trip pertama dimulai pukul 07.15 waktu Arab Saudi (WAS) dari markas 42. Kloter 60 embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) menjadi rombongan pertama yang diberangkatkan. Dua trip berikutnya dijadwalkan pada siang dan sore hari.

Harun menekankan agar jemaah menunggu di tenda masing-masing jika belum termasuk dalam rombongan pemberangkatan. Hal ini untuk menghindari kerawanan akibat kepadatan dan suhu tinggi.

“Bagi jemaah yang tidak termasuk dalam trip pertama, tidak hanya berkumpul tapi menunggu di tendanya karena situasi panas dan juga kurang kondusif situasinya. Oleh karena itu untuk menjaga kerawanan-kerawanan dan lain sebagainya, jamaah diimbau untuk tidak keluar tenda kalau bukan dalam waktu penjemputannya,” terangnya.

Proses pemulangan jemaah nafar awal ditargetkan selesai maksimal pukul 16.30 WAS. Sementara itu, pergerakan jemaah nafar tsani akan dilakukan pada keesokan harinya, juga dalam tiga trip yang sama.

Untuk memastikan tidak ada jemaah atau barang yang tertinggal, sweeping dan pengosongan tenda di Mina akan dilakukan pada 13 Zulhijah atau Senin 9 Juni. Tim sektor ad-hoc akan menyisir seluruh tenda hingga ke kamar mandi. “Bukan hanya memantau dan melihat jamaah di dalam tenda, tapi juga kita sweeping itu harus selalu mengungkap apa yang ada di dalam tenda itu," jelas Harun.

Barang-barang yang tertinggal nantinya akan dikumpulkan di satu titik dan diangkut menggunakan kendaraan khusus untuk kemudian didistribusikan kembali ke sektor-sektor.

“Termasuk barang jamaah yang tertinggal nanti akan diakomodir di satu tempat. Kemudian nanti setelah terkumpul akan siapkan bus atau mobil untuk bisa membawa barang tercecer itu ke kantor daker lalu didistribusikan ke sektor-sektor,” tambahnya.

Harun juga menyebut pihaknya telah menyiapkan skenario evakuasi darurat, termasuk dalam hal keterlambatan kendaraan atau kepadatan arus.

"Kita persiapkan di setiap pergerakan. Ada yang kita skenariokan berdasarkan delay kendaraan. Termasuk juga cara apabila ada kepadatan, makanya kita berkoordinasi langsung dengan otoritas keamanan di sini,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Harun mengapresiasi berbagai inovasi yang diterapkan dalam penyelenggaraan haji tahun ini, mulai dari pengamanan, transportasi, hingga layanan tenda dan katering.

"Sebetulnya inovasi yang diterapkan luar biasa demi untuk memberikan keamanan, kenyamanan dari semua sisi. Sudah terlihat dari segi pengamanannya, pelayanannya, itu nampak sekali," ungkap Harun.

Ia juga mengimbau jemaah untuk tidak terburu-buru menuju Masjidilharam guna melaksanakan tawaf ifadah, terutama bagi jemaah lanjut usia. Menurutnya, saat ini kondisi di Masjidil haram sangat padat.

“Sebab, katanya, Masjidil haram sedang padat-padatnya saat ini. Terutama ibu-ibu dan bapak-bapak yang lanjut usia harus didampingi ketika berangkat ke sana.” ujarnya.

Penulis: Rama Pamungkas/Ter

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire