Top
Begin typing your search above and press return to search.

Tradisi unik, sapi kurban dimandikan dan ditaburi bunga sebelum disembelih 

Tradisi unik Idul Adha dilakukan warga masyarakat di lereng Gunung Merapi di Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Tradisi unik, sapi kurban dimandikan dan ditaburi bunga sebelum disembelih 
X
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Tradisi unik Idul Adha dilakukan warga masyarakat di lereng Gunung Merapi di Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Tepatnya di Dukuh Manggung, Desa Pagerjurang. Warga melakukan prosesi khusus dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada, Sabtu (7/6/2025) sore.

Tradisi tersebut adalah di mana sebelum sapi sapi kurban disembelih, terlebih dahulu dimandikan dengan air kembang dan ditaburi bunga tujuh rupa yang dilakukan panitiya kurban Masjid Ash Shiratalmustakim. Setelah itu, sapi tersebut didoakan bersama baru kemudian disembelih.

Margono, Ketua Panitia Kurban Idul Adha mengatakan, tradisi tersebut dilakukan sejak turun temurun. Meskipun akan disembelih, sapi tersebut dimandikan dan ditaburi tujuh rupa bunga agar bersih dan wangi.

"Tahun ini di Masjid Shiratalmustakim menyembelih hewan kurban berujud sapi dua ekor. Kami berharap di tahun depan penyembelihan hewan kurban dapat bertambah," kata Margono seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Senin (9/6).

Sementara itu Pembina Pengurus Masjid Ash Shiratalmustakim, Setiyono mengatakan, terkait tradisi memandikan hewan kurban dan menaburi bunga berupa rupa, sudah berjalan sejak turun temurun hingga sekarang. "Dan kami pilih hari kedua Idul Adha untuk menyembelih hewan kurban, dengan alasan waktunya lebih leluasa. Insya Allah, di tahun depan dalam acara yang sama,dapat menambah Iman dan ketaqwaan kita bersama. Selain itu kesadaran masyarakat untuk berkurban akan lebih meningkat," kata Setiyono.

Setiyono berharap, dengan momen Idul Adha tersebut, pemberi kurban dapat saling berbagi kepada masyarakat di sekitar masjid.

"Bagi masyarakat, utamanya yatim piatu dan fakir miskin dapat menikmati daging kurban tersebut. Kita ambil berkahnya dan Insya Allah pemberi dan penerima daging kurban bis berkah," ujar Setiyono .

Untuk meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi warga, sapi kurban dibeli dari warga sekitar. Daging kurban tersebut dibagikan merata kepada warga masyarakat tanpa harus pilih kasih.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire