Baru ada 5 SPPG, Bupati Kudus nyatakan masih kekurangan banyak SPPG untuk MBG
Pemerintah Kabupaten Kudus Jawa Tengah masih kekurangan banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Kudus.

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Kudus Jawa Tengah masih kekurangan banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Kudus, karena saat ini di kabupaten Kudus baru ada 5 SPPG sedangkan rencananya akan ada sebanyak 88 SPPG. Hal ini disampaikan oleh bupati Kudus Jawa Tengah Sam'ani Intakoris saat meresmikan SPPG Jatiwetan Kecamatan Jati, Rabu (11/6).
Bupati menyatakan SPPG Jati Wetan ini merupakan SPPG kelima yang beroperasi di kabupaten Kudus untuk mensukseskan program Presiden Prabowo Subianto berupa makanan bergizi gratis. Dimana SPP Jati Wetan akan melayani untuk 24 sekolah baik itu tingkat SD, SMP, TK dan PAUD.
Ditambahkan, adanya SPPG baru ini di kabupaten Kudus masih tetap kekurangan dapur SPPG sebab rencananya akan ada 88 SPPG, sehingga bagi masyarakat yang akan mengajukan untuk membuat SPPG dipersilahkan untuk berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri. Pemerintah Kabupaten Kudus sendiri juga sudah menyiapkan lahan untuk lokasi SPPG berupa tanah milik pemerintah Kabupaten Kudus.
"Monggo kami persilahkan jika ada masyarakat yang ingin membuat SPPG untuk segera berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri", ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Rabu (11/6).
Ditanya soal menu MBG, Bupati menyatakan sudah sesuai standar gizi. Selain enak dan juga mengenyangkan sehingga membuat anak-anak bahagia dan semangat belajar.
Sementara itu, Kepala SPPG Jati Wetan Geda Alya mengatakan SPPG Jati Wetan melayani 3581 siswa dari 24 sekolah yakni 20 SD, 1 SMP, 2 TK dan 1 PAUD. Di dapur ini ada 50 pekerja yang akan memasak dan mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah setiap pukul 06.30 WIB dengan menu setiap minggunya berbeda-beda dan juga pemberian susu setiap minggu satu hingga dua kali.
"Kami akan memperhatikan kehigienisan makanan dan juga cara pengepakan agar makanan panas tidak langsung di packing supaya tidak lekas basi", katanya.