Top
Begin typing your search above and press return to search.

Jembatan Tua Air Durian I direvitalisasi, lalu lintas dialihkan

Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumatra Selatan resmi menutup Jembatan Air Durian I di Desa Tanjung Durian, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin, yang dimulai pada Rabu (11/6/2025).

Jembatan Tua Air Durian I direvitalisasi, lalu lintas dialihkan
X
Sumber foto: Adi Asmara/elshinta.com.

Elshinta.com - Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumatra Selatan resmi menutup Jembatan Air Durian I di Desa Tanjung Durian, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin, yang dimulai pada Rabu (11/6/2025). Penutupan dilakukan untuk proses pembangunan jembatan baru yang ditargetkan rampung dalam enam bulan ke depan.

Penutupan jembatan ini disertai rekayasa lalu lintas yang melibatkan sejumlah pihak, seperti kepolisian, Dinas Perhubungan, Organda, forum lalu lintas, serta aparat pemerintah setempat.

“Selama masa pengerjaan, kendaraan pribadi dan kendaraan ringan masih bisa melintas melalui Jembatan Bailey yang berada di sisi jembatan utama,” ujar Yusridiansyah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 PJN I BBPJN Sumsel, dalam keterangan pers, Kamis (12/6).

Jembatan Bailey yang digunakan sebagai jalur sementara ini merupakan jembatan panel logam berkapasitas maksimal 20 ton. Oleh karena itu, kendaraan berat tidak diperkenankan melintas.

“Kami sudah menyiapkan jalur alternatif bagi kendaraan angkutan berat agar tidak terjadi kemacetan, terutama kendaraan dari arah Muba menuju Palembang atau sebaliknya,” jelas Yusri.

Beberapa rute alternatif yang disiapkan antara lain melalui jalur Lahat–Prabumulih–Palembang dan Sarolangun–Jambi–Betung. Pemasangan rambu pengalihan arus juga telah dilakukan dari arah Palembang, mulai Simpang Y Betung hingga Sekayu, serta dari arah Lubuk Linggau, mulai Muara Beliti hingga Mangun Jaya.

Jembatan Air Durian I yang dibangun pada 1976 ini mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir pada 2024 lalu. Pondasi jembatan mengalami penurunan yang menyebabkan balok utama patah. Untuk penanganan darurat, BBPJN sempat memasang portal dari baja H-Beam guna mencegah kerusakan lebih lanjut, sambil menunggu alokasi dana penggantian jembatan.

“Dana untuk pembangunan jembatan sudah turun tahun ini. Desain jembatan baru mencakup bentang sepanjang 10 meter, pondasi tiang pancang, dan lantai cor beton,” terang Yusri seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Adi Asmara, Kamis (12/6).

Selain faktor usia dan banjir, kelebihan beban muatan disebut menjadi salah satu penyebab kerusakan jembatan. Jembatan ini sebelumnya merupakan kewenangan Pemkab Muba, sebelum akhirnya dialihkan ke jalur nasional pada 2015.

Proyek pembangunan jembatan baru dengan nilai kontrak sebesar Rp3,6 miliar telah dimulai sejak April 2025 dan ditargetkan selesai pada Desember 2025.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire