Top
Begin typing your search above and press return to search.

150 pelajar Papua penerima Beasiswa Adem yang lulus pulang ke daerah asal 

Sebanyak 150 siswa penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) wilayah Papua kembali ke daerah masing-masing, setelah lulus dari sekolah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

150 pelajar Papua penerima Beasiswa Adem yang lulus pulang ke daerah asal 
X
Sumber foto: Aman Hasibuan/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 150 siswa penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) wilayah Papua kembali ke daerah masing-masing, setelah lulus dari sekolah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Puluhan siswa yang pulang ini melaksanakan pendidikan di Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta dan Bali.

Kepulangan siswa Adem ini diterima langsung Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Christian Sohilait yang dihadiri sejumlah orang tua siswa bertempat di salah satu hotel di Sentani, Kamis (12/6/2025).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Crhistian Sohilait mengatakan siswa Adem Papua ini melaksanakan pendidikan di SMA terbaik di enam provinsi di Indonesia.

“Siswa Adem yang pulang ini, 87 anak berasal dari Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Sarmi, Keerom dan Kabupaten Mamberamo Raya,” kata Christian seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Jumat (13/6).

Selain itu, kata Sohilait, ada 50 siswa langsung pulang ke Biak, Serui, Waropen dan Supriori. Setelah mereka lulus dan diterima di masing-masing kabupaten, mereka akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

“Mereka akan lanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Bahkan, mereka sudah ikut program pendidikan afirmasi lebih tingi, program AMN, yang saat ini masih menunggu hasil tesnya,” ujar Sohilait.

Sementara bagi anak-anak siswa yang baru seperti SMP alam dilepas dan direkrut kembali. Sedangkan yang Adit masih menunggu hasil dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

“Atas nama Provinsi Papua kami sampaikan terima kasih kepada pemerintah, ketika hari ini Papua sulit sekali mengirim anak-anak sekolah beasiswa, tetapi kita masih dapat bantuan dari pemerintah pusat dalam program Adit, dan program ADM,” pungkasnya.

Ia berharap kepada pemerintah pusat agar bisa menambah biaya pendidikan di Papua untuk kemajuan sumber daya manusia.

Sohilait mengaku, selama siswa Adem ini melaksanakan pendidikan di luar ada tiga hal yang mereka dapat pertama ilmu pengetahuan, kedua mendapatkan pengalaman yang luar biasa dan ketiga mendapat teman.

“Dari tiga hal yang didapatkan itu, terlihat perilaku siswa Adem ini sangat berubah sekali dan ini yang kita inginkan di Papua. Dan mereka bisa mejadi orang hebat , pemimpin di Papua,” ungkapnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire