Perkuat kemandiaran pertahanan, Republikorp usung konsep perisai trisula nusantara
Pameran alutsista Indo Defence 2024 Expo dan Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat diikuti oleh 42 negara sahabat dan 6.509 perusahaan asing serta 521produsen dalam negeri.

Elshinta.com - Pameran alutsista Indo Defence 2024 Expo dan Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat diikuti oleh 42 negara sahabat dan 6.509 perusahaan asing serta 521produsen dalam negeri.
Salah satu perusahaan induk industri pertahanan swasta nasional, Republikkorp turut andil dalam ajang pameran berskala internasional tersebut.
Republikorp menegaskan komitmennya untuk selalu memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan pertahanan yang mandiri dan netral secara strategis.
Mengusung tema Arms of the Future di Indo Defence 2024, Republikorp memfokuskan agenda di hari ketiga pada pengenalan visi strategis jangka panjang dalam memajukan industri pertahanan nasional,
Pendekatan tersebut melalui pendekatan teknologi mutakhir dan kolaborasi global yang berkesinambungan.
Founder Republikorp Norman Joesoef, menegaskan tentang landasan pemikiran Republikorp dalam mendorong aliansi pertahanan yang berimbang, terutama dengan negara-negara yang memiliki kesamaan visi dalam pengembangan teknologi militer dan inovasi industri pertahanan.
Hal ini terwujud dengan kerja sama melalui kemitraan strategis, mempercepat alih teknologi yang inovatif dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta membangun ekosistem produksi pertahanan mandiri yang terintegrasi di Indonesia.
“Penguatan pertahanan nasional selain berasal dari dukungan masyarakat sendiri juga membutuhkan sumber teknologi dari berbagai pihak. Republikorp hadir menjadi ruang kerja sama industri yang berdaya saing, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta berfokus pada hasil konkret,” ujar Norman Joesoef seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Heru Lianto, Senin (16/6).
Lebih lanjut ia mengatakan, sebagai negara kepulauan di jalur strategis Indo-Pasifik, Indonesia berada di tengah dinamika geopolitik yang rawan terhadap dampak konflik kawasan (spillover conflict).
Karena itu, kata dia, Indonesia perlu memperkuat pertahanan nasional secara mandiri, sekaligus menjadi mitra setara di level global.
Pada kesempatan yang sama, Republikkorp juga mengadakan Talkshow yang selaras dengan Konsep Trisula Nusantara mengenai penguatan teknologi pertahanan siber, di mana Republikorp menggandeng PENSIEVE, Sebuah perusahaan berbasis Artificial Intelligence (AI).
Adapun mengambil topik "Addressing the 21st Century Challenges: Through Network-Centric Warfare & Cyber Readiness”,yang mengupas lebih dalam bagaimana teknologi mampu menyatukan dan mengintegrasikan komando sehingga meningkatkan efisiensi sistem pertahanan khususnya di Indonesia.
Republikorp juga menerima kunjungan oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal), Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma dan Rektor Universitas Pertahanan (Unhan), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A sebagai bentuk apresiasi terhadap penguatan industri pertahanan nasional.