Top
Begin typing your search above and press return to search.

Peserta pertemuan nasional MPTHI di Yogya diberi pelatihan penyemprotan yang efektif

Masyarakat Perlindungan Tanaman dan Hewan Indonesia (MPTHI) menggelar pertemuan nasional selama 2 hari (13-14 Juni 2025) di Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada.

Peserta pertemuan nasional MPTHI di Yogya diberi pelatihan penyemprotan yang efektif
X
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Elshinta.com - Masyarakat Perlindungan Tanaman dan Hewan Indonesia (MPTHI) menggelar pertemuan nasional selama 2 hari (13-14 Juni 2025) di Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada. Pertemuan yang dihadiri 650 orang peserta ini membahas berbagai inovasi dalam bidang perlindungan tanaman dan kolaborasi segitiga (akademisi, pemerintah, dan industri).

Selain dibekali teori, pada hari kedua para peserta mendapatkan pelatihan praktek Pemeliharaan, Kalibrasi Sprayer dan Penyemprotan yang Aman dan Efektif dari ALISHTER (Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas).

Pada kesempatan itu, peserta mendapatkan pembekalan agar pada waktu menggunakan pestisida jangan makan, minum atau merokok. Kemudian agar hindarkan abu, asap, uap, kabut semprotan, gas, kontak dengan mulut, kulit dan mata. Dan saat melakukan penyemprotan pestisida wajib memakai alat pelindung diri (APD). Dan jika terkontaminasi, tanggalkan segera pakaian yang terkontaminasi pestisida, cuci dengan air yang banyak. Setelah selesai bekerja cucilah tangan dan kulit sebelum makan, minum dan merokok. Kemudian mencuci APD sampai bersih.

Selain itu, juga dibekali bagaimana penangan limbah pestisida, karena limbah pestisida merupakan bahaya bagi masyarakat dan lingkungan sehingga perlu ditangani dengan cara yang benar.

Pada pertemuan nasional.tersebut, Ketua MPTHI, Sutarto Alimoeso, mendorong peningkatan kapasitas SDM dan penguatan kelembagaan di tingkat daerah agar sistem pengawasan dan penanganan gangguan produksi dapat dilakukan secara cepat dan efektif. MPTHI menekankan bahwa perlindungan tumbuhan dan hewan merupakan komponen vital dalam sistem pangan nasional yang masih kurang ditekankan.

MPTHI menjamin agar bisa mencapai produksi sesuai harapan secara terus menerus, bermutu dan aman serta pada akhirnya berdaya saing. “Diperlukan upaya perlindungan tanaman itu bukan hanya bicara ada tikus, tidak ada ulat, tidak ada wereng atau tidak," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Senin (16/6).

Sementara itu, Direktur Jendral Tanaman Pangan, Kementan RI, Dr. Yudi Sastro, S.P., M.P yang juga hadir dalam pertemuan MPTHI tersebut mengajak para ahli perlindungan tanaman yang tergabung dalam MPTHI bisa mendukung program pemerintah.

Menurutnya, forum semacam ini bisa menjadi jembatan kolaborasi strategis untuk melindungi tanaman, menjamin produktivitas, dan membangun sistem pertanian yang tangguh dan berkelanjutan serta bisa memberikan masukan positif bagi pemerintah.

“Kita tidak bisa bicara ketahanan pangan tanpa memperkuat perlindungan tanaman,” tuturnya.

Guru Besar Fakultas Pertanian UGM Prof. Subejo, mengapresiasi pertemuan tersebut yang dinilai strategis karena bisa mengkolaborasikan aspek kebijakan dan aspek praktis dari birokrasi dan praktisi.

“Forum ini sebagai ajang diskusi membahas praktek-praktek perlindungan tanaman dan hewan selama ini," pungkasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire