Top
Begin typing your search above and press return to search.

Bachtiar Nasir sesalkan penahanan publik figur pendukung Global March to Gaza

Aktivis kemanusiaan Palestina, Bachtiar Nasir menyatakan keprihatinan mendalam atas penahanan sejumlah publik figur Indonesia yang turut serta dalam aksi Global March to Gaza, sebuah gerakan damai internasional yang bertujuan mendesak dibukanya akses kemanusiaan ke Gaza, Palestina.

Bachtiar Nasir sesalkan penahanan publik figur pendukung Global March to Gaza
X
Sumber foto: Hamzah Aryanto/elshinta.com.

Elshinta.com - Aktivis kemanusiaan Palestina, Bachtiar Nasir menyatakan keprihatinan mendalam atas penahanan sejumlah publik figur Indonesia yang turut serta dalam aksi Global March to Gaza, sebuah gerakan damai internasional yang bertujuan mendesak dibukanya akses kemanusiaan ke Gaza, Palestina.

Dalam keterangannya pada Sabtu (14/6/2025), Bachtiar menegaskan bahwa gerakan ini adalah murni aksi solidaritas global yang telah dirancang sejak Desember 2024, sebagai bentuk kepedulian umat terhadap penderitaan rakyat Palestina pascaserangan 7 Oktober 2024.

"Global March ini bukan gerakan politik, tetapi aksi kemanusiaan internasional. Kami bergerak dari berbagai negara seperti Indonesia, Pakistan, Malaysia, dan Turki. Namun, yang paling sigap justru rekan-rekan dari Tunisia, Aljazair, Maroko, dan Libya yang langsung melintasi daratan
Afrika Utara menuju Gaza," kata Bachtiar Natsir seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamzah Aryanto, Senin (16/6).

Menurutnya, pergerakan dari Indonesia membutuhkan dukungan logistik yang lebih kompleks, termasuk penggunaan kapal laut dan dukungan dari pemerintah.

Di tingkat para ulama, ia mengaku sudah ada konsolidasi dan koordinasi intensif, namun dukungan resmi dari negara masih dinanti.

"Kami berharap negara bisa hadir, setidaknya memfasilitasi kapal resmi baik dari TNI AL atau pihak swasta untuk membawa misi kemanusiaan ini. Dunia tidak boleh diam. Genosida harus dilawan. Zionis harus dihukum. Netanyahu harus bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan di Gaza," tegas Bachtiar dengan suara lantang.

Sementara itu, sejumlah tokoh publik Indonesia seperti Zaskia Adya Mecca, Indadari, Wanda Hamidah, dan Ratna Galih bersama enam WNI lainnya telah tiba di Kairo, Mesir, untuk mengikuti aksi damai Global March to Gaza.

Aksi ini dijadwalkan berlangsung dengan berjalan kaki sejauh sekitar 50 kilometer dari Kairo menuju Gerbang Rafah, pintu perbatasan menuju Gaza, dan akan mencapai puncaknya pada 15 Juni 2025.

Ribuan peserta dari lebih dari 50 negara akan bergabung untuk menyerukan dibukanya akses kemanusiaan ke wilayah konflik tersebut.

Penahanan terhadap para peserta Global March to Gaza di tengah aksi damai memunculkan pertanyaan besar. Bachtiar Nasir mengingatkan bahwa gerakan internasional ini tidak boleh direpresi karena membawa misi kemanusiaan, bukan agenda politik.

“Jika Indonesia lambat bertindak, sejarah akan mencatat kita sebagai bangsa yang diam saat keadilan dipertaruhkan,” ujarnya.

Sebagai informasi, melalui akun media sosialnya, Zaskia Adya Mecca memberikan update singkat mengenai kondisi di lokasi:

"Alhamdulillah situasi kami aman, tapi sangat jauh dari harapan. Terima kasih atas semua dukungan dan doa! Energinya sangat terasa di sini dan membuat kami tetap semangat," tulisnya di Instagram Stories, Sabtu (14/6/2025).

Sedangkan, Wanda Hamidah, dalam unggahan video, menjelaskan alasan kuat di balik keputusannya untuk bergabung dalam aksi tersebut:

"Hari ini aku meninggalkan anak-anak, meninggalkan rumah, karena rakyat Gaza butuh keadilan," ucapnya.

Ratna Galih, yang juga turut serta, menuturkan bahwa keikutsertaannya adalah hasil diskusi matang bersama suaminya.

Ia menegaskan meski dirinya seorang perempuan, ibu, dan istri, ia juga memiliki hak dan kekuatan untuk menyuarakan kebenaran.

"Ini benar-benar aksi damai. Kami tidak membawa senjata. Kami membawa suara kemanusiaan," katanya.

Ratna juga menyampaikan kondisi di lapangan yang sangat dinamis dan tidak bisa diprediksi. Ia meminta masyarakat Indonesia untuk terus mengirimkan doa dan dukungan moral.

"Kami akan mengambil langkah hati-hati, tapi tetap tegas demi semangat dan tujuan kami ke sini," pungkasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire