Polres gerak cepat amankan lokasi longsor di Ternate
Personel Kepolisian Polres Ternate, Maluku Utara (Malut) bergerak cepat mengamankan lokasi tanah longsor di Jalan Santo Pedro, kawasan wisata Ngade, Kota Ternate, akibat hujan deras yang mengguyur kota tersebut, Kamis. Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Bambang Suharyono dihubungi di Ternate, Kamis, menyampaikan bahwa tanah longsor yang terjadi pada Kamis pagi ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Elshinta.com - Personel Kepolisian Polres Ternate, Maluku Utara (Malut) bergerak cepat mengamankan lokasi tanah longsor di Jalan Santo Pedro, kawasan wisata Ngade, Kota Ternate, akibat hujan deras yang mengguyur kota tersebut, Kamis. Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Bambang Suharyono dihubungi di Ternate, Kamis, menyampaikan bahwa tanah longsor yang terjadi pada Kamis pagi ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati dan waspada saat melintasi lokasi tersebut. Selain itu, mematuhi rambu-rambu peringatan yang telah dipasang oleh petugas di sekitar area longsor," ujarnya.
Polres Ternate juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate untuk segera melakukan pembersihan dan mengamankan lokasi longsor. Petugas gabungan telah dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas serta menjaga keamanan lokasi tersebut.
"Kami berharap pengguna jalan untuk mematuhi arahan petugas di lapangan," katanya.
Kabid Humas mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan tetap waspada terhadap potensi bencana alam lainnya yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem. Oleh karena itu, kata dia, dengan adanya langkah-langkah antisipasi ini, diharapkan dapat meminimalisasi risiko kecelakaan dan memastikan keselamatan semua pengguna jalan di wilayah Kota Ternate.
Sementara itu, Petugas Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Baabullah Ternate Muhammad Fauzi Bintiang mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk waspada terhadap dampak turunan dari fenomena hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, hingga angin kencang.
Untuk itu, kata dia, BMKG mengeluarkan imbauan kepada seluruh pihak, khususnya BPBD, Balai Wilayah Sungai Maluku Utara, dan Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku Utara untuk mengantisipasi risiko bencana dan menghindarkan masyarakat dari zona rawan longsor dan banjir.